Sabtu, 29 Maret 2014

Malam Memori Kental

Aku rindu malam ini, setidaknya badha maghrib hingga shubuh moment setahun silam. Bertemu segelintir dalam balutan ramah, cuek, kaya, miskin, iya sifat manusia. Budaya yang berbeda merona pada wajah mereka, tersalurkan lewat satu senyuman yang tersimpul akan kubalas dengan siratan "selamat datang". Tiga bulan sudah aku tinggalkan dunia ini, tapi tak pernah sepenuhnya karena pengalamanku tertinggal kental dalam ruangan itu. Mengendap seperti milik kopi, pahit manis bersatu kalem.
Dua puluh mesin berotakkan manusia aku jaga, tak ketat namun menandakan perhatianku padanya seperti berhadapan dengan sesama. Mengenalinya dengan baik acapkali sesekali beradu argumen, walau cuman selalu dalam sepihak yaitu dalam pihakku. Terkadang langsung terbalaskan, sering juga berbalas nanti ketika seorang manusia telah menyadarkannya, sadar sepenuhnya.
Jam dimana sewaktu cinderella berlarian meninggalkan Istana dalam kisah setelan negeri dongeng, 24.00 mengharuskan memisahkan kita sejenak, berpisah dengan saling meninggalkan percaya kepada penjaga Istana selanjutnya.
Titip...

Masa lalu, Janti Net.

Related Articles

0 komentar:

Maulana Arif Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers