Jumat, 20 Mei 2016

Air Seni Suci

Menurut pendapat Dokter sungguhan maupun virtual yang bisa dijumpai dalam layar kaca abad duapuluhdua modern ini, mereka secara serius dalam menyampaikan suara amanah Tuhan, yakni tentang kebenaran penyakit si aku yang terbilang pasien dengan mengendap penyakit kronis ironi modern, yaitu masalah pencernaan. Apa yang kita cerna jaman modern ini sungguh memalukan, secara tidak sengajapun walaupun sudah sekuat tenaga menghindar kita tetap saja masih tersedak arus informasi yang seharusnya tidak semestinya kita konsumsi, apa yang ada dalam otak kita adalah sebuah banjir informasi, banyak dari kita yang tenggelam dengan gagal menyerap apa-apa yang penting karena kita banyak meminum dan memakan apa saja yang terdapat di sungai deras ini, sedangkan otak manusia sebegitu Maha dengan kekurangannya, sehingga apa yang keluar dari anu kita hanyalah kotoran-kotoran modernitas. Setelah keluar dari ruang UGD rumah sakit setempat, secara harfiah memang si aku mengalami gangguan pencernaan dalam arti yang rendahan, yakni sesungguhnya, penyakit jasmani. Untuk menghadapinya aku mengakalinya dengan segenap mengkonsumsi air putih dengan jumlah liter yang berlebihan, untuk melarutkan kuman-kuman yang terdapat di sepanjang jalan pencernaan. Beberapa hari kemudian, setelah rutin melaksanakan rawat jalan dengan baik, Saat melakukan pembuangan air kecil, begitu menyenangkannya melihat air seni ini berwarna jernih, telah menandakan sedikit demi sedikit aku berhasil melakukan pendistorsian bakteri. Melegakan. Namun sejenak setelah menutup resleting, aku bersyukur kepada syaiton yang begitu banyaknya dalam toilet karena telah membelokkan pikiranku, aku jadi memikirkan oranglain secara mendadak, bagaimana ya bagaimana ya, terus menerus mencoba mencari jawaban atas kebagaimanaan tadi. Aku saja yang telah dengan sedemikiannya mengkonsumsi makanan bergizi dan minuman air putih, telah mengeluarkan air seni yang sebegitu jernihnya. Lantas...Bagaimana ya dengan saudara yang ada disana, sekitaran kita, yang hanya sanggup mengkonsumsi air putih dalam kesehariannya. Menurutku merekalah orang yang berhak menerima gelar sehat secara sedewasa mungkin mengenai kejasmanian kerohaniannya, air kencing mereka tentunya sangat-sangatlah jernih, ketimbang orang-orang yang mengaku sehat walaupun golongan ini juga sedikit banyaknya mengaku sanggup membeli kesehatannya sendiri. Mereka tidak dipusingkan besok akan makan siapa, karena merekapun tidak banyak makan, dan lebih banyak minum. Bukan minuman berwarna, dan hanyalah meminum air putih. Minum minum dan minum. Sesungguhnya dari beragam sumber literasi keagamaan yang ada dan hanya sedikitlah yang pernah ku konsumsi, kesemuanya yang sedikit itu memperbincangkan bahwa orang yang membiasakan diri lapar dan haus secara ihklas karena himpitan kebersahajaan kondisi, merekalah yang kelak akan berada di pangkuanNya selama di dunia maupun akherat, hamba yang disayang oleh Tuhan. Kejernihan yang sesungguhnya.

Related Articles

0 komentar:

Maulana Arif Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers