Kamis, 28 April 2016

Menarinya Waktuku Waktumu

Habiskan gelisah muda
Menua tanpa tersedu pilu
Menampung sakit sederas mungkin
Menampik senang sedewasa mungkin


Sisi yang baik hanya dalam langit
Namun ini bumi yang terpuruk


Sedih dalam sedih
Senang dalam senang
Lupa melihat ke atas
Lupa melihat ke bawah


Mari menari disaatnya memang menari
Tiada henti disaatnya berhenti
Dengan caranya sendiri
Keajaiban langit akan mengunjungi bumi

Related Articles

0 komentar:

Maulana Arif Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers