Sabtu, 26 Maret 2016

Rumah

Tempat mengadu pilu setelah lelah luar biasa menyederhanakan kesedihan walaupun...kenyataan di luar sana masih belum berlari mendekati  kebahagiaan. Tempat ketika disaat mengintip keluar jendela, terlihat di luar tirai sana hanya dipenuhi kisah kasih tanda tanya yang tak menentu, sedangkan tempat tinggal ini menyediakan sebaliknya. Sepenuhnya tentang kehangatan disaat yang lain hanya memberikan sekedarnya, bahkan mungkin mendinginkan. Tempat berteduh ketika terdengar di balik tirai kaca sedang turun hujan yang lebat. Tempat berpulang setelah pernah sepanjang waktu bepergian tanpa arah. Sebuah persemayaman rindu yang mewah dengan hal-hal sederhananya. Aku mulai menghuninya semenjak duapuluh maret duaribuenambelas.

Related Articles

0 komentar:

Maulana Arif Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers