Mengingat Merpus Klasik Yuks
Dari dahulu hingga kemaren sepertinya aku bukanlah diriku. Esok aku mungkin sudah tidak menjadi aku yang sekarang. Aku bisa menjadi siapa saja. Sejauh ini, inilah yang bisa aku pertahankan. Aku menyukai perpustakaan dengan segenap kesepiannya, aroma apeg ruangan oleh jejeran literatur lamanya, maupun pustakawannya yang -sedang- berperan galak. Kita hanya diperbolehkannya berteriak hanya selama dalam pikiran. Aku berpikir maka aku ada, sapa Descartes dari syurga sana. Hmmm kelembaban udaranya juga khas sekali dalam menyapa setiap hidung yang hidup. Membuat siapa saja rindu berada dalam ruangan itu ketika sedang jauh dari belajar. Kenangan khusus terhadap pustakawannya melintas kembali dalam benak ketika melalui kacamata tebal dan suaranya mengucapkan, "Ssssttt...jangan berisik!", sapa dia dari balik meja kerjanya, kemudian semuanya hanya membalas sikap mengiyakan dalam anggukan ritmis ke atas ke bawah mengangguk secara teratur. Buruknya konsep dalam mencoba pura-pura kritis, mengapa pula ya semenjak jaman dahulu, sekarang, hingga masa depan tetap masih akan ada moment kita bertegur sapa dalam senyum dengan peneliti musiman dalam perpustakaan. Maksudnya musiman khusus Indonesia. Selama sistem pendidikannya masih begini-begitu aja, berjayalah dalam lomba jalan di tempat. Datang ke perpustakaan hanya gugur kewajiban tugas, dan ending kisahnya gugur secara harfiah beneran. Musim kemarau. Itulah suasana baik-buruk yang sering ku rindukan saat ini, semasa kikuk berada di tengah pesatnya perkembangan sarana prasarana perpustakaan yang silau akan bling bling modern, dan belum siapnya makhluk Tuhan dalam menyetubuhinya, maka terjadilah hura-huraisme kunjungan wisata secara pribadi maupun pribadi's-lebih dari satu-pacaran-lembaga- yang kurang pada tempatnya. Menaikkan rating ruh perpustakaan sebagai lokasi refreshing yang padamulanya hanya menapaki fungsi pelengkap, menaik pesat ke dalam semi-struktur fungsi utama sebagai image kentalnya. Awam dalam hematku mengenalnya sebagai perpus-tainment semata. Hmmm bagaimana ya dengan keadaan yang di Yunani sana? Sebaik disinikah?
0 komentar:
Posting Komentar