Kamis, 27 November 2014

Will be there, December

Hari ini dari sejauh mata memandang dari balik jendela kantor merupakan hari yang menyenangkan, tapi siapa yang sangka hanya dengan satu kali dering bunyi dari hape mampu membuyarkan suasana hari ini? Dengan sigap tangan ini meraih deringan itu....Kemudian Iya orangtua yang menelepon, mengucapkan beberapa butiran kekecewaannya padaku. "HALILINTAR!" Siang bolong terciptalah halilintar buatan oleh suara-suara manusia yang aku paling sayangi. Permasalahan tanggungjawab yang selama ini aku rasa sudah aku penuhi, ternyata di pandangan beliau: belum. Masih jauh dari kata belum, bahkan bisa diartikan aku seperti belum memulainya. Hari yang semula tenang ini seakan ikut menghukum dan menanggapi kekeliruan prasangkaku, diturunkanlah hujan deras dari atas sana oleh Sang Maha Abstrak yang mengijinkan turunnya hujan untuk kembali mengetuk pintu hati ini. Dibisikkannya kuping ini oleh suara rintihan hujan, "Kamu belum memulai tanggungjawab ul, Maul! belum!".

Satu kesepakatan antara sebuah hati dan pikiran berbicara satu sama lain, mengiyakan buanglah semua keinginan ini, digantikan untuk segenap kekuatan mengisi kebutuhan demi kebutuhan hingga nanti saatnya mulai layak menyentuh lagi segelintir keinginan. Desember sepertinya akan bersahabat, aku akan kembalikan fasilitas kedua orangtua, kendaraan yang selalu menemani akan aku tinggalkan di kampung dan segera menebus sepeda ontel milik teman. Segala kebutuhan beberapa bulan ke depan sudah terhitung dalam benak, segeralah ku hubungi Sang Maha Abstrak dengan lantunan doa sesuai kemampuan seadanya.

Bekerja paruh waktu sambil menyelesaikan kuliah, siapa takut?? Toh pengalaman setahun di warung internet sudah cukup layak untuk mewakili kemampuan menutupi kehidupan keseharian mandiri.

Desember..

Related Articles

0 komentar:

Maulana Arif Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers