Mencoba Pengusaha
Setidaknya saya tidak pernah dikenal oranglain sebagai manusia yang menetap dan nyaman pada satu tempat semata secara setia. Pernah mencoba menjadi musisi, mencoba pemain bola, mencoba pintar, mencoba berbagai macam hal yang mampu dilakukan adalah berkah! Ke-stag-nan hidup memang nista, jahanam. Mengaburkan semangat bangkit dari zona nyaman, sekiranya zona nyaman hanya pantas untuk balita, tidak lebih. Tak boleh berlarut merasa cepat bangga dengan pencapaian. Merasa cepat bangga bak dua sisi mata pisau, akan mengiris juga pada akhirnya. Jadilah dua mata pisau yang berguna, bukan untuk membunuh hal yang tak layak dibunuh: seperti semangat.
Mencoba hal dan dunia baru memberikan semacam suntikan energi dikala bangun dan tidur:"Hai hal baru apalagi saat ini? Hai besok juga apa?". Selalu penuh pembaharuan pemikiran dan tindakan. Di setiap bangun dan tidurku akhir-akhir ini berbicara manja dengan hal diatas. Mencoba menjadi pengusaha menjadi tematik satu bulan terakhir ini. Dengan kemampuan ke-fokus-an otodidak seperti ini, nampaknya selalu realistis untuk siap kembali kecewa. Bukankah hidup untuk kecewa dan mengobatinya? Show must go on. Comingsoon~
Semua ini bukan tentang cinta, karena saya sendiri tak tahu apa itu cinta dan nasib.
0 komentar:
Posting Komentar