Senin, 15 Desember 2014

ENSA

Gue uda satu minggu lebih jalan sama Ensa, dia itu bisa mengerti banget saat gue merasa engga punya duit lebih untuk jajanin sewaktu jalan bareng. Doi suka pada proses apa adanya pada sosok jiwa pria yang dipilihnya. Tuhan emang parah banget sudah berlebihan memberi paras cantik akan wajahnya, namun yang gue kagumin bukan sekedar pada parasnya semata karena selebihnya paras hanya bonus doang dari pemberian Tuhan, kesederhanaannya sudah membuat bathin gue meleleh merasa disempurnakan olehnya.
Pernah suatu waktu doi menaruh rasa keinginan dimanja, mendapatkan perawatan selayaknya saja. Gue merasa inilah saatnya ngeluarin duit lebih buat memanjakannya. Gue melihat mulai ada tampak sayu di sudut wajahnya yang seperti memaksanya menikmati dalam keadaan.
Ya, semoga akhir pekan membawa angin segar yang bersahabat.
Akhirnya weekend kembali menyambut, gue jalan bareng sama Ensa menikmati waktu berdua bersama, menghabiskan waktu pemanjaannya yang telah lama diidamkan olehnya. Wajah Ensa yang sebelumnya nampak dikuasai oleh sayu, perlahan kini menjadi mulai merona seperti ketika awal pertama kami berjumpa pandang dalam suasana saling senyum tegur manja.
ini Ensa sepedah gue,
Fixie.

Related Articles

0 komentar:

Maulana Arif Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers