Dompet Anehdot
Malam minggu kemarin ini kan Sheila On7 and guest star lainnya pada manggung di Yogya, gue sebagai anak muda yang tergolong jarang banget nonton acara anak muda kaya gini ini nyempatin diri untuk nonton seperti anak gaul pada umumnya, jarang-jarang ini sampe tiketnya gue simpen aman deh di lemari buat kenangan haha LAY. Tiket festival seharga 35ribu gue tebus deh akhirnya. Bareng sama teman-teman cewek gue yang cantik (sebut saja iim dan ike), gue dari sore uda sengaja standbye engga sabar nonton Sheila, apalagi saat itu sedang pengen-pengennya dengerin lagu "Bila Kau Tak Disampingku" hehe ngepas moment galau. Abaikan. Malam setelah adzan isya itu kita OTW lokasi manggung, kebetulan lokasi manggungnya di GOR UNY (mantan kampus gue sebelum di tolak smptn). Nah demi keamanan malam itu dompet kita sengaja umpetin ke dalam jok motor. Kebetulan dompet gue nebeng di jok motor Ike, biar pas ngumpul sama anak-anak gaul dalam GOR nyaman gak mikir fisik dan kesehatan dompet ini.
Lalu kita langsung masuk aja ke GOR, cari tempat pewe dan kalo bisa paling depan, ya lumayan lah kemarin tempat kita lonjak-lonjak pewe sangat bro! Agak luas dan banyak cabe-cabenya hhehehehee anak baru gede semua. Beberapa lagu pengiring dari band FSTVLST dan Payung Teduh mengawali malam itu, syahdu dan rock and roll. Sepuluhan lagu sudah mereka bawakan di hadapan para pemirsa, termasuk aku, iim, ike juga dong pastinya, depan mata broh. terimakasih dan sampai jumpaaa *kata mereka*.
Sudah saatnya kini Si Duta dan Sheila On7 nampak di panggung mulai menyapa para hadirin, beeh suara anak cabe-cabean langsung histeris, termasuk iim dan ike yang disampingku ini, dutaaaa dutaaa dut dut dut dutaaa a a a a!!! Begitulah...
Wah keren sumpah malam itu, beberapa lagu dibawakan dengan baik dan juga lonjak-lonjak tenanan bro, ya cuman pas hafal sama lagunya aja gue berani lonjak-lonjak dan teriak hehehehe selain ituk komat-kamit sepanjang malam, ra konangan kok suer.
Sampai juga akhirnya pada lagu terakhir, apa ya judul nya gue agak lupa, tapi ketika intro mulai dimainkan gue berani sumpahlah judulnya hafal kok. Cuman agak lelah aja ini sampe lupa.
Malam penuh kebahagiaan, have fun, tak ada galau, foto-foto selfie juga, hasil foto juga jelek-jelek, tapi masa bodoh yang penting perasaan senang.
Hari sudah berganti pada tengah malam, sambil berjalan menuju parkiran kita sharing-sharing perasaan depan panggung tadi. Lha kok yo pas buka jok motor, dompet ilang!! Galau!! Sumpah ah ah ah.. Haduh ternyata ada ending galaunya juga malam ini, duh duh. Duit 200ribu dalam dompet lenyap, dan entah berada dimana dompetku malam itu. Lha logika wae, dompet dalam jok kok bisa ilang? ada dua dompet kok tapi cuman satu yang diambil? Kok dompet jelekku yang berisi sedikit uang dan penuh dengan puluhan lembar kwitansi yang diambil? Telo tenann. tello.
Pulang dengan tangan hampa dan pasrah, sepertinya harus segera lekas tidur dan bangun pagi-pagi siapa tahu setelah bangun semua ini hanya mimpi, semu, dan dompet gue berada di samping ketek. Tur bar turu ha kok jebule iki realitas, hayuuhhh dompet, kemanakah kau nak, kembalilah pada bapakmu ini please, gue mohon padamu.
Ahsyudahlah suasana suntuk menghadapi kenyataan pahit seperti ini enaknya dipakai untuk jalan-jalan pagi disekitar jembatan layang, oh kehidupan, dompetku direnggut oleh emon duit *udu JIS*.
Kriinnggg....kriingg...kriinnggg...Ada telepon, malesin tenan, gue langsung angkat aja pura-pura kuat. Setelah beberapa kalimat berbasa-basi, akhirnyaaaa kau kembali juga nak. Terimakasih Bapak yang berinisial Satpam yang telah menemukan dompetku, tergeletak terkoyak tak berisi. Yang terpenting kau kembali nak, surat-surat yang berada didalamnya aman, walaupun seluruh uang telah direnggut si emon.
Ohh....