Rabu, 23 April 2014

Draft 26 April 2014

 
Bukan hari biasa, sudah aku pastikan. Bahkan dia juga memastikan esok lusa ini bukan hari yang biasa dalam benaknya. Tak pantas melewatkan hari esok ini begitu saja. Berbagai macam pemikiran akan beribu rencana memanjakan hari tersebut tersulut kencang dipikiran semenjak hari-hari kemarin. Dari rencana besar hingga kecil dengan detail dipikirkan. Seakan ini seperti rahasia pemikiran bawah tanah (underground secret) yang cukup hanya kita berdua ketahui. Tintin si detektif pun sepertinya tak mampu mengendus sedikitpun aroma rencana kami berdua kedepannya pada hari itu.

Tepat setahun yang lalu aku memberanikan diri menyatakan perasaan kepada sesosok gadis berperawakan tinggi, putih, lansing, dan penceria ini. Mengajaknya dinner ice cream di sebuah resto "rumah cokelat" seputaran kota tercinta Yogyakarta. Suasana malam setahun yang lalu terasa semakin larut seakan sudah waktu yang tepat untuk mengakhiri perbincangan ngalor ngidul yang sudah menjajah ke segala penjuru bahan omongan penghangat dinner kali ini untuk lebih menjurus kepada perbincangan serius dari mata ke mata hati ke hati. Mataku mulai memandang tajam lembut kedua bola matanya, tangan aku beranikan tuk memegang kedua penghujung tangannya, suaraku lembut menekan perasaanku ke dalam perasaannya. Setelah sekian lama mengenalnya, Aku mulai menggerakkan bibir tuk mengatakan yang sejujurnya dari dalam lubuk hati, "I Love You". Tepat di depan matanya, pikirannya, dan hatinya. Oh Jantungku~

Lalu Dia diam balas memandangiku dengan hangat, lebih dalam seakan sedang memahami maksud terdalam akan perasaanku, apakah ini serius dan seberapa keseriusanku mulai hari ini dan kedepannya sampai nanti, iya ketika hanya Tuhan yang mampu memisahkan kita di dua alam dalam benaknya. Tanpa sepatah kata balasanpun dalam bahasa inggris yang aku harap tuk aku dengarkan pada saat itu juga. Rasa kesal aku simpulkan dengan senyuman manis menutupi bibir malam itu. Dan berlalu begitu saja sampai beberapa hari kedepan, perbedaannya kita tetap hangat dan selalu dekat.

Setelah kesekian harinya, penantian beberapa hari ini yang telah sangat mendominasi pikiran hingga mengalahkan apapun. Balasan ungkapan hati "I Love You too" akhirnya aku dengar juga tepat di depan mataku dari bibirnya. Dasar wanita yang bersifat kehati-hatian, ketusku dengan senyum. Gadis ini mengungkapkan kehati-hatiannya kepada memilih pasangan hidup. Aku bersyukur kesabaran kedua belah pihak ini untuk saling menjajaki diri lebih dalam menuai hasil yang baik. Tantangan tersebut berhasil aku kuasai, aku miliki dia saat itu, hingga kini, dan nanti. Dari kata aku dan kamu akhirnya menjadi kita.

Memori setahun yang lalu masih kental dalam benak pikiran, oh malam itu. hehehehe.
Esok akan ku kayuh sepedah ontel ku tuk mengajaknya berkeliling kota ini, menikmati suasana malam berdua. 26 April 2014.
Maulana Arif Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers