Saling sendiri..
Dalam beberapa hari kedepan, aku akan membiarkan kamu terbang sendiri menikmati duniamu selama aku tidak muncul di permukaan. Di dunia baruku yang akan sementara ini aku hanya ingin mengamatimu dari kejauhan, menggunakan feeling. Membiarkan rasa khawatir menguasaiku untuk tetap merasa dekat denganmu.
Hawa dinginnya kutub mungkin telah atau sedang melekat pada sikapmu
terhadapku akhir ini, apakah kamu benar sesibuk itu? Sudah lelah dengan
duniamu sendiri? Atau mungkin bosan, tentunya kata-kata yang tidak ingin
aku dengar. Aku tidak punya pilihan lain ketika hati ingin mencoba memberi ruangan sendiri terhadapmu, membiarkanmu merasakan secara alami apa yang ku rasa dengan lontaran-lontaran dugamu.
Bukan melupakan atau meninggalkanmu. Aku hanya memberimu waktu mengenalku dengan kesepian. Aku suka bermain waktu, membiarkan apapun terjadi tanpa aku sentuh, menarik bukan?
Aku tak suka ketika pikiranku merasuk, beranggapan mulai diacuhkannya diri ini. Sepinya hidup ini kedepan, seakan aku enggan meninggalkan kemarin lusa yang ramai oleh hadirmu. Namun kapan lagi bila bukan saat ini aku membuktikan semuanya.
Marah, benci, sedih, atau bahkan diam saja kah tanggapanmu nanti? Tuhan tak pernah memberitahuku.
Penasaran..
Bukan jawaban "diam" kan yang akan kamu ungkapkan di akhir semua ini, sudah seakan mati saja semua ini dengan jawaban itu.
Semoga kamu baik-baik saja merasakan sepi yang indah, untuk kedepan yang lebih baik.
Maaf....
Aku terlalu cakap dalam menuntut, untuk menjadi jati dirimu sendiri. Bila ini memang sudah sikapmu yang sebenarnya,
ijinkan aku meminta maaf aku belum baik mengenalmu. Seakan sadar dari
tamparan, sulit dipercaya ternyata aku belum mengenalmu dengan baik.
Sebaiknya kita bertemu..
Akan aku tunggu kamu dimana tempat pertama kali aku menyentuh hatimu. Jumat, pukul 19.00, Yogyakarta.