Selasa, 03 Desember 2013

Saling sendiri..

Dalam beberapa hari kedepan, aku akan membiarkan kamu terbang sendiri menikmati duniamu selama aku tidak muncul di permukaan. Di dunia baruku yang akan sementara ini aku hanya ingin mengamatimu dari kejauhan, menggunakan feeling. Membiarkan rasa khawatir menguasaiku untuk tetap merasa dekat denganmu.

Hawa dinginnya kutub mungkin telah atau sedang melekat pada sikapmu terhadapku akhir ini, apakah kamu benar sesibuk itu? Sudah lelah dengan duniamu sendiri? Atau mungkin bosan, tentunya kata-kata yang tidak ingin aku dengar. Aku tidak punya pilihan lain ketika hati ingin mencoba memberi ruangan sendiri terhadapmu, membiarkanmu merasakan secara alami apa yang ku rasa dengan lontaran-lontaran dugamu.

Bukan melupakan atau meninggalkanmu. Aku hanya memberimu waktu mengenalku dengan kesepian. Aku suka bermain waktu, membiarkan apapun terjadi tanpa aku sentuh, menarik bukan?

Aku tak suka ketika pikiranku merasuk, beranggapan mulai diacuhkannya diri ini. Sepinya hidup ini  kedepan, seakan aku enggan meninggalkan kemarin lusa yang ramai oleh hadirmu. Namun kapan lagi bila bukan saat ini aku membuktikan semuanya.

Marah, benci, sedih, atau bahkan diam saja kah tanggapanmu nanti? Tuhan tak pernah memberitahuku.

Penasaran..
Bukan jawaban "diam" kan yang akan kamu ungkapkan di akhir semua ini, sudah seakan mati saja semua ini dengan jawaban itu.

Semoga kamu baik-baik saja merasakan sepi yang indah, untuk kedepan yang lebih baik.

Maaf....
Aku terlalu cakap dalam menuntut, untuk menjadi jati dirimu sendiri. Bila ini memang sudah sikapmu yang sebenarnya, ijinkan aku meminta maaf aku belum baik mengenalmu. Seakan sadar dari tamparan, sulit dipercaya ternyata aku belum mengenalmu dengan baik.

Sebaiknya kita bertemu..
Akan aku tunggu kamu dimana tempat pertama kali aku menyentuh hatimu. Jumat, pukul 19.00, Yogyakarta.

Senin, 02 Desember 2013

Jam Tangan mati, semuanya belum berakhir.

Sudah sebulan lebih ini gua pake jam tangan mati. Ya bukan jam tangan yang mahal sih, buruk rupa juga lagi. Tapi apa coba yang gag bangga kalo beli dari hasil keringat sendiri? Bangga di bangga-banggakan aja dong ya.

Kondisi warna mulai memudar, jarum lepas. Akrab sudah menjadi hiasan tangan gua beberapa dekade bulan ini. Ketika teman bertanya tentang ini pukul berapa, maka gua biarkan aja jam tangan ini istirahat diam tak bekerja, gua tengok lah jam pada hape.

Ya sering juga sih jadi bahan ledekan, bahkan anehnya gua duluan yang mulai pembahasan ledek meledek ini. Orang yang kelewat percaya diri ya kaya gini masa bodho amat. Yang penting sana senang, dan sini juga senang. Terhibur aja ada pembahasan ledek-meledek bareng shohib.
 
Ditertawakannya dia, ia tidak lelah, ingin membalas dengan senyum, tapi ia tak bernyawa. Oh sederhananya dia.

Boleh juga sebagian orang memandang penampilan dari luar, ya gua sih masih sering kaya gitu juga sih sesekali. Sah-sah saja pola pikir sebagian dari teman-teman seperti itu. Soo why not?? fine saja. Seperti hukum alam saja biarkan air mengalir ke hulu.

Tapi nanti, kelak...
Kalau kalian sudah mulai merasakan beli barang ini itu pakai hasil keringat uang sendiri, merasakan aktifitas disaat mereka istirahat, mengencangkan ikat pinggang ketika mereka terbangun. Iya benar, rasanya seakan ingin menghargai setiap barang sekecil apapun yang kita dimiliki, respect.

Iya..
Suatu saat jam tangan ini benar akan istirahat juga, dengan tenang duduk di pojokan meja belajar kamar, memberikan kesempatan jam tangan lain menghiasi tangan gua. Tentunya ia memberi ijin sang pengganti, menghargai hasil keringatku dengan mengijinkan yang lain melingkari tangan gua.

#NB:
Nyok bergerak bagi teman-teman yang masih merengek minta ini itu terhadap orang tua. Dimana dunia nanti juga akan berputar dan kehidupan peranmu akan berlanjut digantikan sang putra-putri kalian.

Minggu, 01 Desember 2013

Bagaimana cara berpamitan yang baik ?

Hari ini tepat tanggal 1 dimana semua karyawan menerima gaji. Entah ini sudah gaji keberapa yang aku terima selama kerja parttime paruh waktu. Bekerja semenjak semester 3 sudah setahun lebih juga aku bekerja tanpa berpindah tempat. Dapat bertahan bekerja di tempat yang sama dengan waktu lama di bidang internet. Iya benar, menjadi seorang operator warnet.

Kenapa bisa betah ya?

"Ya kagag tau juga sih", karena memiliki bos yang dermawan dan partner kerja yang cocok juga salah satu alasan kenapa bertahan bekerja disini lumayan lama. Pekerjaan ini mendukungku sebagai seorang mahasiswa, dengan fasilitasnya yang membantuku dalam mengerjakan berbagai tugas perkuliahan. Ya, sudah setahun pekerjaan ini membantuku dalam perkuliahan.

Suatu saat tiba waktunya juga rasa ingin mencari pengalaman kerja yang baru, pekerjaan sebagai operator warnet dirasa sudah cukup kenyang dengan pengalaman selama setahun lebih.

Sepertinya aku benar-benar harus melepaskan pekerjaanku sebagai operator warnet ini dan menggantinya dengan pekerjaan yang baru.

Selanjutnya ingin merasakan pengalaman baru lagi, pekerjaan apa sajalah yang penting halal. Kemarin di pertengahan bulan november mulailah pekerjaan sampingan lain aku ambil. Sebagai pedagang buku dari satu event ke event yang lain. Lumayan bisa menambal kekeringan uang jajan di akhir bulan. Tetapi, tidak selamanya ada event yang bisa diandalkan untuk mencari nafkah tambahan. Bisa dibilang masih serabutan.

Mulailah kembali mencari-cari lowongan pekerjaan dari teman maupun info twitter, semoga ada yang cocok dengan kondisiku sebagai pelajar di salah satu perguruan tinggi di Jogja ini. Namun belum juga sampai saat ini aku menemukannya.

Sebenarnya ingin mencoba pengalaman menjadi seorang waiters di salah satu cafe jogja. Sepertinya menyenangkan, berjumpa langsung dengan banyak orang adalah pekerjaan yang menyenangkan. Sebuah harapan baru.

Namun..
Semuanya tidak semudah itu dalam melepaskan sebuah pekerjaan yang sudah membuat selama ini kita nyaman.

Kata-kata apa yang pantas untuk berpamitan ?
Maulana Arif Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers