Dinasty of Weekend
Weekend yang seharusnya diawali dengan perasan bahagia, namun beda ceritanya dengan cerita yang satu ini nih. Bingung juga ini mau diawali dari bagian cerita yang mana.
Malam minggu sejatinya segala persiapan telah matang untuk cabut hangout bersama teman-teman. Mumpung masih sebagai bagian dari anak muda juga kan, sudah aku matangkan lah malam minggu kali ini. Dengan dandan cakap aku keluar bersama teman-teman menikmati malam minggu dengan melihat Festival Bumi Reyog di Monumen Serangan Oemuem Yogyakarta.
Awalnya berjalan sangat baik sesuai dengan rencana, jalan bersama teman-teman yang kece pun sudah aku siapkan, ide cemerlang mencari bahan tulisan berita aktual tentang jogja pun sudah dipersiapkan, pokoknya semua rencana sudah berjalan dengan baik dan benar.
Cerita ketika berada di Monumen juga bagus, di belakang panggung aku nya menemui beberapa lakon wanita dalam pementasan seni reyog malam itu, berbincang-bincang sebentar bolehlah untuk sok akrab begitu. Perbincangan selesai begitu cepat karena kita saling tidak mengenal haha, embaknya aku tinggalkan begitu saja dan kembali ditengah-tengah kerumunan teman-teman yang hangat. Waw pementasan dimulai, suasana pun tambah runyam ketika fase fashion show dimulai, ricuh ini pasti para pria. Benar saja teriakan mereka para lelaki memenuhi situasi dan kondisi malam itu!! Ini para pria kenapa mendadak pada genit?? Yasudahlah ikutan.
Para penikmat pentas seni Tari Reyog sangat puas akan penampilan para lakon nya. Tepuk tangan satu jam dirasa sangat pantas untuk mengapresiasi penampilan keren malam itu! Wah sesi foto ketika acara selesai sangat diminati oleh para penonton, para pria dan wanita menyerbu lakon utama yang mengangkat warog besar hanya menggunakan gigi, bahasa lebay nya terjadilah tarik menarik disuasana itu, dan saya juga percaya pasti banyak para jomblo yang berkeliaran modus-modus begitu ditengah keramaian, tapi ya abaikan lah, penampilan Pentas Tari Reyog Ponorogo malam itu mampu mengalihkan dunia, ceilehhh kaya iklan PON*DS saja.
Tetapi sebagai pria sejati, aku tetap sempatkan menelpon pacar untuk menanyakan kegiatannya di malam minggu ngapain. *ngobrol panjang lebar* . tut tut tut tut tut ditutup. Problem pulsa.
Tiba saatnya pulang,
Perut kami keroncongan, perut kami keroncongan !!
Mampirlah kita-kita para manusia kece ke sebuah kedai aniayya di seputaran kridosono, yaa biasanya disini diiringi dengan main kartu, tapi tenang ini tanpa duit shob. Mending juga duitnya buat beli makan, sesuai dengan tujuan utamanya kan makan dan makan hehehee. Sambil nunggu hidangan tiba, game of poker dimulai. Permainan terasa membosankan ketika rasanya itu sudah sekali untuk kalah, yasudahlah akhiri saja permainan ini. Hidangan tiba juga!! Dua porsi mie rebus aku tebus demi perut, suap demi suap aku lahap melewati mulut dengan nikmat bersahaja membayangkan persepsi syurga dunia adalah dengan makan mie rebus, dan akhir kata rasanya adalahhhhhhh......asin. hehe yang masak sedang sedih kali ya, tak apa bagiku yang terpenting kenyang dan masih mampu membayar parkir ketika pulang.
Akhirnya pulang juga.
Akhir cerita ditengah perjalanan nan sepi, ban motor bocor.
Biar pembaca sajalah yang menyimpulkan malam itu bahagia atau tidak. Goodbye :)
Malam minggu sejatinya segala persiapan telah matang untuk cabut hangout bersama teman-teman. Mumpung masih sebagai bagian dari anak muda juga kan, sudah aku matangkan lah malam minggu kali ini. Dengan dandan cakap aku keluar bersama teman-teman menikmati malam minggu dengan melihat Festival Bumi Reyog di Monumen Serangan Oemuem Yogyakarta.
Awalnya berjalan sangat baik sesuai dengan rencana, jalan bersama teman-teman yang kece pun sudah aku siapkan, ide cemerlang mencari bahan tulisan berita aktual tentang jogja pun sudah dipersiapkan, pokoknya semua rencana sudah berjalan dengan baik dan benar.
Cerita ketika berada di Monumen juga bagus, di belakang panggung aku nya menemui beberapa lakon wanita dalam pementasan seni reyog malam itu, berbincang-bincang sebentar bolehlah untuk sok akrab begitu. Perbincangan selesai begitu cepat karena kita saling tidak mengenal haha, embaknya aku tinggalkan begitu saja dan kembali ditengah-tengah kerumunan teman-teman yang hangat. Waw pementasan dimulai, suasana pun tambah runyam ketika fase fashion show dimulai, ricuh ini pasti para pria. Benar saja teriakan mereka para lelaki memenuhi situasi dan kondisi malam itu!! Ini para pria kenapa mendadak pada genit?? Yasudahlah ikutan.
Para penikmat pentas seni Tari Reyog sangat puas akan penampilan para lakon nya. Tepuk tangan satu jam dirasa sangat pantas untuk mengapresiasi penampilan keren malam itu! Wah sesi foto ketika acara selesai sangat diminati oleh para penonton, para pria dan wanita menyerbu lakon utama yang mengangkat warog besar hanya menggunakan gigi, bahasa lebay nya terjadilah tarik menarik disuasana itu, dan saya juga percaya pasti banyak para jomblo yang berkeliaran modus-modus begitu ditengah keramaian, tapi ya abaikan lah, penampilan Pentas Tari Reyog Ponorogo malam itu mampu mengalihkan dunia, ceilehhh kaya iklan PON*DS saja.
Tetapi sebagai pria sejati, aku tetap sempatkan menelpon pacar untuk menanyakan kegiatannya di malam minggu ngapain. *ngobrol panjang lebar* . tut tut tut tut tut ditutup. Problem pulsa.
Tiba saatnya pulang,
Perut kami keroncongan, perut kami keroncongan !!
Mampirlah kita-kita para manusia kece ke sebuah kedai aniayya di seputaran kridosono, yaa biasanya disini diiringi dengan main kartu, tapi tenang ini tanpa duit shob. Mending juga duitnya buat beli makan, sesuai dengan tujuan utamanya kan makan dan makan hehehee. Sambil nunggu hidangan tiba, game of poker dimulai. Permainan terasa membosankan ketika rasanya itu sudah sekali untuk kalah, yasudahlah akhiri saja permainan ini. Hidangan tiba juga!! Dua porsi mie rebus aku tebus demi perut, suap demi suap aku lahap melewati mulut dengan nikmat bersahaja membayangkan persepsi syurga dunia adalah dengan makan mie rebus, dan akhir kata rasanya adalahhhhhhh......asin. hehe yang masak sedang sedih kali ya, tak apa bagiku yang terpenting kenyang dan masih mampu membayar parkir ketika pulang.
Akhirnya pulang juga.
Akhir cerita ditengah perjalanan nan sepi, ban motor bocor.
Biar pembaca sajalah yang menyimpulkan malam itu bahagia atau tidak. Goodbye :)
0 komentar:
Posting Komentar