Jumat, 25 Oktober 2013

"Teh hangat yang terlambat"

Kehidupan sehari-hari anak rantau nebeng saudara. Yah namanya juga cuman nebeng sejatinya kan harus sedia bersih-bersih rumah, bangun pagi, intinya rajin, dan lain-lainnnn. Engga gue banget berooo, disini sebagai nebengers gue aktif dan produktif di malam hari, pagi hari ya untuk bobok bobok tampan.

Kenapa bisanya gue sebagai nebengers ketika pagi malah memilih tidur? Malas di bersih-bersih rumahnya beroo heheh. Bagi pribadi pagi enaknya kan langsung sarapan plus menikmati teh hangat, lanjut tidurr dan mimpi indah. Kebiasaan malam hari melakukan banyak kegiatan yang produktif seperti mengerjakan tugas kampus, kerja parttime, mengabdi pada kepenulisan blog, smsan sama pacar, twitteran, facebookan membuat pagi hari itu seperti momok yang mampu menempatkan pikiran akan pasif dan tidak produktif karena kelelahan. Pagi sampai sore juga uda gue isi waktu dengan kuliah penuh semangat, dan anti titip absen.
 
Kebiasaan minum teh hangat di rumah sendiri mau tidak mau ya kebawa hingga sini juga karena gue punya mindset setiap pagi dengan minum teh hangat yang menyapa itu membuat hari gue berjalan lancar. Berhubung ini di rumah saudara bro soooo berbeda man ! Mindset mendadak berubah menjadi dengan gue bobok pagi, maka kegiatan selanjutnya di hari ini akan lebih fit dan bertenaga, fearless hehe :p

Sebagai seorang nebengers sejati yang baik, suatu saat nanti akan adanya harapan untuk sebuah perubahan dalam diri gue ini segera terwujud. Bangun pagi, bersih-bersih rumah, akan gue ambil alih untuk dalam jangka waktu yang panjang! Tidak menutup kemungkinan itu benar terwujud, dan juga tidak menutup kemungkinan itu mustahil terwujud hehehe *berdoa*

Sebagai peranakan jawa gue masih punya pemikiran begini bero, sebelum mengerjakan sesuatu pantang bagi gue untuk makan. Malu juga sih beroo kalau belum ngapa-ngapain tapi sudah makan, makanya berangkat dari sini kedepannya kelak gue akan mencoba berubah menjadi nebengers sejati yang suka bangun pagi, bersih-bersih rumah, dan lain-lain. Walaupun itu semua akan membuat teh hangat ku terlambat untuk dinikmati kala pagi.

"Teh hangat yang terlambat"

Kamis, 24 Oktober 2013

Jalan masih panjang, apa daya tangan tak sampai kampung?

   Sudah hitungan berbulan-bulan tidak menginjakkan kaki di rumah sendiri itu bisa dibilang hidup namun mati di kota lain hiks hiks hiks, bak katak di dalam tempurung lain saja ini. Hidup dengan terperangkap waktu, kegiatan, aktifitas yang membelenggu keseharian seorang perantau membuat sejenak kita menjauh dari keluarga dalam hitungan jarak raga. Cita-cita dan impian sebagai seorang anak untuk membahagiakan orantua terkadang menguburkan keinginan lahiriah untuk selalu bisa berada disekitar keluarga tersayang.
   
   Yaah namanya juga kehidupan manusia, telah adanya beberapa media perantara untuk dapat berhubungan dengan keluarga yang nan jauh disana melewati telefon dan internet masih saja terasa kurang, ya karena hanya mampu mengobati rasa kangen sementara. Terkadang cara lama memang menjadi satu-satunya pengobat kangen yang mujarab, iya itu adalah sebuah pertemuan bertatap muka, dan mencium tangan kedua orangtua.
   .
   Perjuangan sebagai perantau penimba ilmu disini (Yogyakarta) semoga tidak akan mengecewakan kalian, keluarga. Berangkat pagi jam 07.00 untuk kuliah memang tidak berat dengan dibarengi niatan dan tekat kuat, namun yang memberatkan jujur biasanya ketika dalam financial keuangan menipis tidak sesuai harapan. Ya memang untuk pegangan keseharian masih ada, namun untuk sebuah pembelian barang mewah dirasa tidak mungkin, bagi kita.

   Keadaan menyesakkan dada seperti ini menuntut kita mau tidak mau harus masuk ke dalam permainan otak, dalam artian ya pencarian jalan keluar tanpa menghasilkan masalah yang baru. Masa muda sebaiknya sedia meluangkan waktu yang cukup dengan kegiatan-kegiatan yang menghasilkan pemasukan financial untuk diri kita sendiri. Aku yakin suatu saat kegiatan-kegiatan tersebut akan membuahkan hasil yang manis untuk bekal kehidupan kelak, tak salah dengan adanya pemanis kata "Bersusah sudah dahulu, bersenang senang kemudian". Kegiatan ekstra diluar kampus yang selama ini akrab dengan mahasiswa rantau yakni bekerja di warnet, berjualan buku, bergabung dengan Event Organizer (EO), dan masih banyak lagi kegiatan yang bersahabat dengan anak rantau.

  Semangat!! Itu modal kami menyambut hari demi hari. Perasaan suka duka bak roda yang selalu berputar-putar silih bergantian di atas dan di bawah menitih jalan, ketika senang ya senyum dan sewaktu sedih ya tetep berusaha senyum. Keep smile mampu bergantian menutupi suka duka kehidupan di raut wajah yang mungkin dari hari ke hari saja terlalu kusut untuk dikembalikan, dan selama ini ternyata kami berhasil mengembalikan kekusutan itu menjadi lebih baik hehehe. :)

  Sejenak mari melupakan keegoisan kesibukan atas diri sendiri, tengokkan lah raga bathin kalian dengan memandang dan merasakan yang bernama CINTA. Seperti kata-kata mutiara "tai ayam bak rasa cokelat", apapun permasalahan dalam kehidupan akan selalu terasa manis dalam proses dan hasilnya kelak jika dibarengi dengan semangat dari CINTA, orang tersayang. Ya itulah manisnya CINTA, ketika sempat juga diberi kesempatan merasakan pahitnya akan CINTA maka kembalilah siap memegang teguh kata-kata mutiara di atas tadi hehehehe. Kedepannya tetaplah tersenyum dan ingat juga tujuan utama dari rumah menuju Yogyakarta ini hanya demi sebuah ilmu. Beruntunglah bagi kalian jika ilmu bisa didapat sekaligus jodoh ikut merangkul kesuksesan kalian kelak, mampu menguasai ilmu CINTA juga hehe.

  Disini tidak seburuk dengan yang kita bayangkan, dunia selalu adil dan tidak akan memisahkan kita jauh dari bahagia. Merasakan kembali masakan dan teh hangat buatan Ibunda tersayang bersama keluarga, bercanda tertawa bersama kelak pantas kita dapatkan kembali bersama mereka dengan sejuta genggaman cerita kita dari tanah rantau, iya semua sudah ada yang mengatur pada waktunya kelak. Teruntuk kampung disana.
  Terimakasih kota keduaku Yogyakarta atas semuanya :)

Selasa, 22 Oktober 2013

Mendadak Rapi !

Tanggal 22 Oktober 2013 adalah tonggak sejarah berpakaian rapi. Bagaimana tidak rapi kalau sepanjang mataku memandang aja semua pakaian teman mahasiswa seangkatan dan sejurusan hari ini semua sama persis di kampus, yo rapi bener yakinlah sumpah! Yang biasanya pakai sandal aja embuh kenapa kok mendadak punya sepatu hari ini, Ada apa inii? Semoga setiap hari seperti ini Tuhaannnnn semoga, jebretttt.

Hehehehehe tapi tunggu dulu tunggu dulu, ada sesuatu yang tidak beres sepertinya ini *smirk emoticon*

Telisik demi telisik sik sik sik, sambil pake gaya mata menatap keatas sambil memandang flashback mengingat ketika pertama kali awal ngampus semester 5 ini, sepertinya masih tetep ada yang ngeganjel dengan penampilan teman seangkatan dan sejurusan ini, yakinlah apa ya apa ya hmmmm mumet ndasku gegara lemah otak dalam hal mengingat, masih juga berpikir keras dan yaahhh mungkin aku lelah.

Melewati parkiran, taman, toilet, gorong-gorong, parit, mushola, kantin, lorong kampus kok ya pada rapi pakaiannya plus pada punya sepatu, heran baru kali ini suasana kampus seperti catwalk para modeling kelas wahid *bukan pondok pesantren itu lho ya*.

Kemudian hening lalu jam beker pribadiku berbunyi, aku setting tepat untuk mengingat jadwal ujian tengah semester kali ini, dan kemudian aku ya masuk ke kelas, posisi menentukan prestasi jeeee yo tooo tur yo kapok ujian susulan dewean gara-gara salah jam ujian di semester kemarin :p

Oh iya lupa ini membahas pakaian rapi tadi ya,
Aku punya temen yang biasanya ngampus pakaian lecek tapi PEDE namun kali ini tunduk juga dengan hari berpakaian rapi hahahahahaha kalian luar biasa *arieell*

Sekali lagi sebenarnya ini demi apa sih??? Demi Tuhan? Ah bukan.
Seketika pada waktu itu juga seorang Ibu dosen cantik berjalan di lorong kampus dengan jilbab anggun nan menawan serta pakaian yang semriwing sopan santun berwibawa melangkahkan kakinya dengan irama kanan kiri kanan kiri kanan kiri stabil maksimal, aku mendadak sejenak memikirkan beliau, beliau, beliauu, dan tertidur.. *kesirep*

Beliau menjadi lamunanku selama beberapa menit, ah apalah tapi iya ini aku sepertinya akan segera ingat beberapa bulan yang lalu dengan ucapannya ketika beliau menyuruh seluruh mahasiswa diwajibkan memakai pakaian rapi dan bersepatu ketika ujian matakuliahnya berlangsung, kalau tidak MAKA TIDAK AKAN DI IJINKAN MASUK KULIAH *capslock*

Oalah jebule jebuleee..

Aku gag jamin selang sehari saja pakaian mereka masih rapi seperti ini, sepatu pinjaman segera pada dikembalikan, kembali ke semula, back to nature hahahaa

salut untuk hari ini, terimakasih Ibu Dosen :)

Cerita rapi hari ini sponsor by ibu dosen and organize by mahasiswa-mahasiswa kampret.

Semoga terhibur dengan kelucuan hari ini guys :3

Senin, 21 Oktober 2013

Konsep Cerdas Berdagang Angkringan

Kali ini nih gue ada cerita singkat lagi men, materinya sehabis sharing pribadi dengan penjual angkringan di sekitar wilayah kampus UNY nih. Sepulang dari perkuliahan gue bersama teman pergi keliling cari tempat tongkrong asik sekitaran UNY. Akhirnya dapat juga sebuah angkringan pojokan pertigaan, kurang tau juga disitu nama daerahnya apa karena ya maklum gue nya cuman kuliah di kampus tetangga.

*setting sore hari*
Singkat cerita ketika asik makan dan minum di angkringannya beliau, berawal dari kebiasaan sok akrab juga gue langsung saja mengobrol dengan penjualnya dengan nyaman dan santai, secara tidak sengaja terceplos juga bapaknya mengarahkan pembahasan menceritakan konsep usaha angkringannya ini. Yasudah gue sikat aja, dalam artian ya gue lanjutin menggali informasi-informasi penting dari beliau berhubung kepengen juga bisa berwirausaha mandiri hehehe, sikatttt..

Beliau yang sebagai alumni petugas parkir di lembah UGM bertutur kata begini, biasanya membuka lapak dagang angkringannya hanya dalam kurun waktu setengah hari. Hasil penghasilan dari keringatnya setengah hari saja sudah sangat menguntungkan bagi keluarganya dan mampu menutupi kebutuhan keluarganya selama ini. Dengan mempersiapkan bahan dagangannya sendiri (memasak sendiri), beliau dapat menghemat biaya pengeluaran pembelian bahan dagang. Alhamdulillah setiap hari semua terjual habis, ya paling kadang-kadang sisa beberapa bungkus nasi saja. Itupun seringkali dan pasti sisanya Beliau bagikan secara cuman-cuman kepada tetangganya, terbiasa dengan shodaqoh memudahakan setiap usaha yang dirintisnya, begitu pesan beliau. 

Sejenak Beliau memberi tebakan kepada kita berdua, apa modal pertama yang harus dipersiapkan ketika memulai membuka usaha? serentak kita menjawab dana???? Mental???? Lokasi yang strategis???? Ternyata semua salah. Beliau membenarkan jawaban kita dengan satu jawaban simpel, yakni doa dan pedekate dengan Allah SWT. Subhanallah.

*setting mulai tambah sore*
Ketika beliau sudah mulai beres-beres angkringan dan akan pulang ke rumah, ternyata dia berbisik lirih angkringannya tidak akan tutup begitu saja pada saat itu juga, bahasa inggrisnya to be continue. Datang kemudian 2 orang mahasiswa yang ternyata akan melanjutkan membuka angkringan tersebut hingga tengah malam. Beliau bersedia menceritakan kembali kronologinya secara detail. Sudah semenjak beberapa bulan silam 2 orang mahasiswa ini menyewa lapak dagangnya, beliau hanya memberikan biaya Rp 7.000 untuk sewa lapak perharinya, dan sisanya seperti minuman dan jajan-jajanan kecil lainnya merupakan bahan dagang 2 orang mahasiswa ini sendiri, Beliau hanya sebagai penyuplai bahan dagang nasi dan gorengan ketika sesi angkringan malam dibuka. Uang sewa lapak angkringan hanya akan diambil selama 6 bulan sekali oleh beliau. Dengan begini angkringan milik beliau terkesan melayani buka 24 jam dimata para pembeli yang kebetulan 2 kali datang ke tempat jualannya ketika pagi dan malam. Setiap pelayanan yang melayani 24 jam dimata para pembeli merupakan pelayanan yang super maksimal dan memuaskan. Walaupun tanpa kerja 24 jam akan tetapi para pembelinya mengira beliau buka angkringan 24 jam. Begitulah kurang lebihnya konsep yang bisa gue tangkap dari beliau. Terkesan pelayanan angkringan yang baik.

Sekian aja sih cerita kali ini, lain kali gue share hal penting yang lain lagi. Thanks :)

Minggu, 20 Oktober 2013

Kebiasaan Facebook, Twitter itu menye-menye !

Guys..
Pernah gag secara berurutan kebiasaan internet kamu hanya itu-ituuuu saja, semisalnya ya nih pertama buka Facebook, next open new tab Twitter, next open new tab Email. Hanya itu-ituuu saja, pernah kagag mengalami hal yang sama seperti gue ini? Pasti pernahlah terutama bagi kalian user internet yang cuman sekedar mencari have fun. Sayang sekali media sosial paling sering di kunjungi oleh user hanya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat dan tanpa mau memperdulikan media sosial itu sebenarnya masih sangat banyak hal bermanfaat lain yang dapat kita dilakukan.

Saranku sih ya, gpp kalian cuman internet itu-itu sajaa tapi ya dibikin radak kreatif sedikit kenapa. Main-main lama di blog kek, keren jebret kok!! Bikin kalian kece dengan kreatifitas menulismu.

Apaa yang bisa kalian lakuin di blog???? tentu banyak lah men. Cerita panjang lebar tentang pengalaman pribadi perjalanan wisatamu, berbagi ilmu pengetahuan, share iseng-iseng berita informativ, ikut lomba kepenulisan, dan bahkan bisa mencari uang dari blog!. Sungguh sangat banyak sekali yang dapat kalian lakukan. Kagag cuman menye-menye pacaran di wall Facebook atau timeline Twitter doang!

Tau gag menye-menye itu apa? sok-sok romantis maksimal begituu hahaha ya kurang lebih seperti itu yang gue tau men. Menye-menye itu memang penting, tapi kan ada waktu dan kadarnya tersendiri hehe karena aku sendiri sometimes juga pengen menye-menye. Tapi mimin kan tau kadar batasnya :p

Oh iya alamat blog juga bisa dilampirkan ke dalam surat lamaran pekerjaan lho men, menjadi nilai plus dimata Bapak dan Ibu pimpinan perusahaan. Nah ya kan sangat bermanfaat sekali blog itu, kandani kok ngeyel :p

Walaupun gue masih dibilang barusan aja gabung dengan blog, tapi gue uda berani tuh ngirim-ngirim naskah teks ke penerbit buku, koran, dll. Cuman bermodalkan tekun mengolah blog otomatis gaya kepenulisan kalian akan lebih mahir kedepannya men. Gagpapalah hal seperti ini kalian sombongkan ke teman-teman, ini karya kita men kenapa mesti malu, tunjukkan siapa diri kita sebenarnya :p

Menang atau kalah posting saja tulisan kalian di blog melalui FB atau Twitter (share), masa bodoh kalo ada sindiran gag mengenakkan dari orang-orang lain. Tenang saja, kita lebih maju dari mereka soal peradaban! haahaha

Teruslah gunakan media sosial sebagaimana fungsi dan gunanya, oke fokus men :p
Don't Menye-Menye Everytime !

See you next time

Minggu, 06 Oktober 2013

Dinasty of Weekend

Weekend yang seharusnya diawali dengan perasan bahagia, namun beda ceritanya dengan cerita yang satu ini nih. Bingung juga ini mau diawali dari bagian cerita yang mana.

Malam minggu sejatinya segala persiapan telah matang untuk cabut hangout bersama teman-teman. Mumpung masih sebagai bagian dari anak muda juga kan, sudah aku matangkan lah malam minggu kali ini. Dengan dandan cakap aku keluar bersama teman-teman menikmati malam minggu dengan melihat Festival Bumi Reyog di Monumen Serangan Oemuem Yogyakarta.

Awalnya berjalan sangat baik sesuai dengan rencana, jalan bersama teman-teman yang kece pun sudah aku siapkan, ide cemerlang mencari bahan tulisan berita aktual tentang jogja pun sudah dipersiapkan, pokoknya semua rencana sudah berjalan dengan baik dan benar.

Cerita ketika berada di Monumen juga bagus, di belakang panggung aku nya menemui beberapa lakon wanita dalam pementasan seni reyog malam itu, berbincang-bincang sebentar bolehlah untuk sok akrab begitu. Perbincangan selesai begitu cepat karena kita saling tidak mengenal haha, embaknya aku tinggalkan begitu saja dan kembali ditengah-tengah kerumunan teman-teman yang hangat. Waw pementasan dimulai, suasana pun tambah runyam ketika fase fashion show dimulai, ricuh ini pasti para pria. Benar saja teriakan mereka para lelaki memenuhi situasi dan kondisi malam itu!! Ini para pria kenapa mendadak pada genit?? Yasudahlah ikutan.

Para penikmat pentas seni Tari Reyog sangat puas akan penampilan para lakon nya. Tepuk tangan satu jam dirasa sangat pantas untuk mengapresiasi penampilan keren malam itu! Wah sesi foto ketika acara selesai sangat diminati oleh para penonton, para pria dan wanita menyerbu lakon utama yang mengangkat warog besar hanya menggunakan gigi, bahasa lebay nya terjadilah tarik menarik disuasana itu, dan saya juga percaya pasti banyak para jomblo yang berkeliaran modus-modus begitu ditengah keramaian, tapi ya abaikan lah, penampilan Pentas Tari Reyog Ponorogo malam itu mampu mengalihkan dunia, ceilehhh kaya iklan PON*DS saja.

Tetapi sebagai pria sejati, aku tetap sempatkan menelpon pacar untuk menanyakan kegiatannya di malam minggu ngapain. *ngobrol panjang lebar* . tut tut tut tut tut ditutup. Problem pulsa.

Tiba saatnya pulang,
Perut kami keroncongan, perut kami keroncongan !!
Mampirlah kita-kita para manusia kece ke sebuah kedai aniayya di seputaran kridosono, yaa biasanya disini diiringi dengan main kartu, tapi tenang ini tanpa duit shob. Mending juga duitnya buat beli makan, sesuai dengan tujuan utamanya kan makan dan makan hehehee. Sambil nunggu hidangan tiba, game of poker dimulai. Permainan terasa membosankan ketika rasanya itu sudah sekali untuk kalah, yasudahlah akhiri saja permainan ini. Hidangan tiba juga!! Dua porsi mie rebus aku tebus demi perut, suap demi suap aku lahap melewati mulut dengan nikmat bersahaja membayangkan persepsi syurga dunia adalah dengan makan mie rebus, dan akhir kata rasanya adalahhhhhhh......asin. hehe yang masak sedang sedih kali ya, tak apa bagiku yang terpenting kenyang dan masih mampu membayar parkir ketika pulang.

Akhirnya pulang juga.

Akhir cerita ditengah perjalanan nan sepi, ban motor bocor.

Biar pembaca sajalah yang menyimpulkan malam itu bahagia atau tidak. Goodbye :)


Sabtu, 05 Oktober 2013

Artikel Opiniku, terkirim juga ke Media Masa

Haloooo teman :)

Sudah semenjak 2 hari lalu pikiran gue terfokus kepada usaha untuk mengirim karya artikel opini ke media masa cetak, pusing pusing dan pusing. Saat pusing adalah saat yang tepat elu akan menuju tahap fase kehidupan selanjutnya, gampangannya ya elu lebih berguna aja bagi Indonesia dengan menulis, dengan gaya bahasa elu sendiri.

Tuntutan dari media cetak kan kebanyakan menuntut berita yang aktual, kalo kalian gag paham ya tak jelasin. Aktual adalah berita yang baru saja terjadi di sekitar kita, nah berita itu kalian kemas menggunakan bahasa sendiri, udah deh jadilah itu sebuah karya artikel opini. Sarannya sih ya banyak baca koran dulu agar mengerti penulisan artikel opini yang baik dan benar hehhehe semangat ya !

Kuncinya jangan pernah menyerah, seorang penulis yang terkenal dan berpengalaman tidak akan membenci penulis yang pemula karena mereka semua juga pernah mengalami hal yang sama juga dengan kalian ketika belum pandai dalam menulis, woles :p

Dalam kurun sebulan ini gue sering mampir toko-toko koran untuk membeli atau sekedar ngincipi berita-beritanya saja lalu pergi gitu aja hehe, jaangann di contoh ! Yang patut di contoh yakni positifnya saja, gue sering membeli koran untuk teman baca pagi hari sembari teh dan sarapan. Dengan membaca kalian akan selangkah di depan dari mereka yang tidak pernah membaca ! Yaa walaupun masih dibilang penikmat pembaca koran pemula masih tetap saja tertinggal beribu langkah dari orang yang telah lama suka membaca. Dont worry be happy, yang penting kita sudah memulai perubahan mulai dari diri kita sendiri, sekarang juga *bijak*

Tiba saatnya pertunjukan yang akan gue opini'in dimulai, Sabtu 5 oktober 2013. Gue ajak lah teman-teman main untuk temanin gue nonton. Kan sambil menyelam minum air, main dan mencari berita hehehe. Dengan seksama gue pantengin itu pertunjukannya, ya benar itu adalah pertunjukan seni Tari Reyog Ponorogo. Terlihat jelas gagahnya lakon warok ketika dipermainkan di pentas, buset keren dah ! Seberat itu bisa diangkat hanya menggunakan bantuan gigitan mulut saja. Anak pepsodent benar ini orang hahahaa

Foto demi foto pertunjukan gue abadikan itu, memang ini kepenulisan artikel opini gue yang pertama, capek dan pusing, namun semangatku yang menggebu-gebu mampu membuatku selesai juga dalam menyelesaikan tulisan gue yang satu ini.

Tepat dinihari pukul 03.00 WIB naskah artikel opiniku tentang kebudayaan sudah aku kirim ke media cetak menggunakan Agen Information of Change (email) hehehe

Berhasil atau tidaknya dimuat dalam koran itu belakangan, yang penting semangat menulis yang harus tetap ada hingga esok kelak. Sudah gue mulai dari hari ini. Semoga berlanjut dari masa ke masa.................amin.

Oke goodbye, semangat :)

Jumat, 04 Oktober 2013

Apakah dunia hanya milik berdua??

Kenalin gue bernama maul, gue punya pacar, tapi gue punya etika dalam berpacaran :p

Begini tolong disimak ya shob, serius...

Iya memang rasa bahagia ketika dua insan manusia terlihat sedang merasakan jatuh cinta, serasa dunia ingin digenggam bersama kemana dan dimanapun berada seakan dunia milik berdua begitu, yaelahh egois kali ya ini pasangan hehehe. Terlalu seringnya menganggap dunia milik pribadi berdua tak selamanya oranglain menganggapnya itu hal yang romantis juga, orang bisa berpersepsi apapun tentang hubungan tersebut. Iya kalau oranglainnya kebetulan bisa menerimanya dan itu teman sendiri lagi, coba kalau oranglainnya lain orang malah risih?? Bisa dipastikan persepsi yang keluar kebanyakan negatifnyaa hahaha.

Bagaimana ya? Boleh sih berpacaran itu, tapi kan ya harus melihat kondisional. Contohnya kalau lagi main sama teman-teman, mbog ya berbaur jangan sama pacarnya mulu, itu pacar atau satpam? hehehe, kan kita jadi nganggepnya begitu.
Berpacaran gaya orang dewasa ya mengerti tempat, mengerti tenggang rasa, kasihan juga kan orang-orang lain yang jomblo kan ngiri hehehehe, ini yang disebut etika berpacaran yang santun *menurut maul*

Sebenarnya sih pengen negur secara langsung, tapi entar gue kalian jauhin lagi? Wah kan jadi ngerasa gag enak gini, sory ya, sory ya, sory ya. Lha kok malah kaya lebaran idul fitri aja ini haha

 Aku kagum sebenarnya, walaupun diluar kalian terlihat sering terlihat berantem tapi masih aja langgeng *memuji ceritanya*. Ya tapi tetap aja jaga jerak ya shob, kasihan teman yang jomblo, mereka mendadak eneg perutnya kalau ketika melihat kalian jalan berdua mulu ke utara selatan timur barat dan kembali ke utara lagi masih aja bersama.

Ya engga cuman maul yang beranggapan seperti ini, gue mewakili suara teriakan jomblowan jomblowati shohib2 gue yang pengen teriakannya didengar, okee?! :D

Bukan menghakimi, namun mencoba memperbaiki keadaan kalian dengan teman-teman shob :)
*Jabat Tangan and Peace*

Maulana Arif Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers