Jangan Bermain Syahadat di “KENYA”
Masih segar dalam ingatan bagi kita mendengar aksi terorisme di salah satu mal megah Westgate Negara Kenya beberapa waktu lalu, seorang wanita berkulit putih memimpin aksi terorisme tersebut. Wanita tersebut adalah korban dari “serpihan” aksi bom bunuh diri di London kemarin lusa, iya wanita tersebut merupakan salah satu istri dari korban meninggal bom bunuh diri di London. Tergabung dalam kelompok Islam bergaris keras jihad Al-Shabab yang berbasis di Somalia, dengan beraninya memimpin aksi terorisme tersebut di Westgate.
Ada yang menarik dengan aksi terorisme di Kenya kali ini. Saya tidak akan membicarakan motif apa yang dilakukan oleh kelompok teroris ini, namun ada yang unik dan aneh dari aksi ini yaitu cara eksekusi mereka terhadap masyarakat yang akan ditembak mati. Bagi siapapun yang akan ditembak mati diwajibkan mengucapkan kalimat syahadat terlebih dahulu, apabila dalam pengucapan kalimat syahadat lancar maka akan dibebaskan begitu saja dan bebas dari aksi eksekusi mati pembunuhan masal. Ini merupakan ungkapan dari salah satu korban yang selamat dari aksi terorisme tersebut setelah dengan baik dan benar mengucapkan kalimat syahadat. Cara ini unik, sekasat mata teroris mengutamakan benar akan arti sebuah syahadat. Memang benar mampu mengucapkan kalimat syahadat dengan baik dan benar adalah kewajiban bagi seorang muslim yang nantinya akan menuntun kita dalam keselamatan dunia akherat, namun ingat sekali lagi bahwa Nabi Muhammad dalam mengajak beribadah kepada Allah SWT tidak pernah memaksa, Nabi hanya menawarkan dan mengajak dengan cara yang baik. Islam tidak mengenal kekerasan kecuali memang sangat perlu dilakukan untuk menyelamatkan Islam di dunia ketika semua usaha terbaik telah dilakukan. Semoga kedepannya dunia ini akan lebih baik sesuai harapan Rasulullah. Pray For Kenya. :)
Ada yang menarik dengan aksi terorisme di Kenya kali ini. Saya tidak akan membicarakan motif apa yang dilakukan oleh kelompok teroris ini, namun ada yang unik dan aneh dari aksi ini yaitu cara eksekusi mereka terhadap masyarakat yang akan ditembak mati. Bagi siapapun yang akan ditembak mati diwajibkan mengucapkan kalimat syahadat terlebih dahulu, apabila dalam pengucapan kalimat syahadat lancar maka akan dibebaskan begitu saja dan bebas dari aksi eksekusi mati pembunuhan masal. Ini merupakan ungkapan dari salah satu korban yang selamat dari aksi terorisme tersebut setelah dengan baik dan benar mengucapkan kalimat syahadat. Cara ini unik, sekasat mata teroris mengutamakan benar akan arti sebuah syahadat. Memang benar mampu mengucapkan kalimat syahadat dengan baik dan benar adalah kewajiban bagi seorang muslim yang nantinya akan menuntun kita dalam keselamatan dunia akherat, namun ingat sekali lagi bahwa Nabi Muhammad dalam mengajak beribadah kepada Allah SWT tidak pernah memaksa, Nabi hanya menawarkan dan mengajak dengan cara yang baik. Islam tidak mengenal kekerasan kecuali memang sangat perlu dilakukan untuk menyelamatkan Islam di dunia ketika semua usaha terbaik telah dilakukan. Semoga kedepannya dunia ini akan lebih baik sesuai harapan Rasulullah. Pray For Kenya. :)
0 komentar:
Posting Komentar