Selasa, 21 Mei 2013

Dibalik kuliah semester 4

Assalamualaikum teman, kali ini saya ingin sedikit membagi pengalaman menarik selama duduk di bangku perkuliahan semester 4. Kisah suka duka pastilaahhh itu sudah biasa dalam hal diri manusia semasa menjalani masanya. Di tulisan ini juga saya akan menyampaikan beberapa suka duka yang telah menjadi teman perjalanan semasa semester 4 perkuliahan.

Iya saya adalah seorang mahasiswa yang hidup pas-pasan sebagai anak rantau penuntut ilmu di kota pelajar Yogyakarta. Awal semester ini saya tidak ingin dipusingkan dengan kegiatan perkuliahan di akhir pekan dan memutuskan mengambil SKS sama persis dengan teman yang diakhir pekannya libur dengan harapan bisa jalan-jalan. Dalam mengambil keputusan ini ada satu hal yang tak terpikirkan sama sekali yaitu saya lupa bila semester ini sudah memulai kerja part time di sebuah warnet daerah janti Yogyakarta. Semua keputusan itu telah berhasil membuat pusing pikiran dan tenaga. Bagaimana tidak pusing bila melihat jadwal perkuliahanku yang dimulai dari pukul 07.00 hingga 18.30 ! DAMN (dalam benak). Sebenarnya saya bekerja part time di sebuah warnet sudah dimulai dari semester 3, namun semasa semester kemarin perkuliahan dan pekerjaan saya tidak segila semester 4 sekarang ini. Oke berikut singkat cerita jadwal kuliah dan kerja semester ini yang pada intinya telah membuat saya jarang di rumah, ya maklum lah rata-rata hanya 4 jam berada di rumah.

Senin merupakan hari semangat mahasiswa yang luar biasa karena dapat bertemu kembali dengan teman kampus dan gila-gilaan bareng lagi. Berbeda cerita dengan saya yang berbadan lemas plus mengantuk sisa aura kerja semalam mulai berjalan di lorong-lorong fakultas mencari ruangan perkuliahan seperti yang tertera pada jadwal. Sebagai mahasiswa yang bertanggung jawab saya telah siap lahir bathin menanggung resiko lelah dari pekerjaan part time yang saya jalani, yeah semangat ! Biasalah semangat di awal itu menggebu-gebu. Puji syukur pantas diucapkan akhirnya pagi itu bisa berada juga di dalam sebuah kelas tanpa nabrak sesuatu apapun itu bentuknya, kemudian saya pun memulai belajar di dalam kelas dengan khidmat. Selanjutnya anggap saja ini sudah memasuki ke cerita keesokan hari karena memang senin selasa rabu kamis itu datar men, ceritanya sama semua. Dalam keadaan yang sama pada setiap hari senin selasa rabu dan kamis adalah bagaikan hari pemusnahan masal men, meskipun hanya saya yang merasakan. Tuh kan sama.

Cerita minggu-minggu selanjutnya hanya tersirat dalam satu untaian doa dan harapan "Ya Tuhan, semester 5 nanti saya tidak ingin menulis cerita seperti ini lagi".


Selesai :)
Thanks telah membaca.
Saya tidak bisa menulis ! Namun berani untuk memulai menulis.







Rabu, 01 Mei 2013

Blogfam Funky Kartini 2013


Maulana Arif Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers