Selasa, 03 Desember 2013

Saling sendiri..

Dalam beberapa hari kedepan, aku akan membiarkan kamu terbang sendiri menikmati duniamu selama aku tidak muncul di permukaan. Di dunia baruku yang akan sementara ini aku hanya ingin mengamatimu dari kejauhan, menggunakan feeling. Membiarkan rasa khawatir menguasaiku untuk tetap merasa dekat denganmu.

Hawa dinginnya kutub mungkin telah atau sedang melekat pada sikapmu terhadapku akhir ini, apakah kamu benar sesibuk itu? Sudah lelah dengan duniamu sendiri? Atau mungkin bosan, tentunya kata-kata yang tidak ingin aku dengar. Aku tidak punya pilihan lain ketika hati ingin mencoba memberi ruangan sendiri terhadapmu, membiarkanmu merasakan secara alami apa yang ku rasa dengan lontaran-lontaran dugamu.

Bukan melupakan atau meninggalkanmu. Aku hanya memberimu waktu mengenalku dengan kesepian. Aku suka bermain waktu, membiarkan apapun terjadi tanpa aku sentuh, menarik bukan?

Aku tak suka ketika pikiranku merasuk, beranggapan mulai diacuhkannya diri ini. Sepinya hidup ini  kedepan, seakan aku enggan meninggalkan kemarin lusa yang ramai oleh hadirmu. Namun kapan lagi bila bukan saat ini aku membuktikan semuanya.

Marah, benci, sedih, atau bahkan diam saja kah tanggapanmu nanti? Tuhan tak pernah memberitahuku.

Penasaran..
Bukan jawaban "diam" kan yang akan kamu ungkapkan di akhir semua ini, sudah seakan mati saja semua ini dengan jawaban itu.

Semoga kamu baik-baik saja merasakan sepi yang indah, untuk kedepan yang lebih baik.

Maaf....
Aku terlalu cakap dalam menuntut, untuk menjadi jati dirimu sendiri. Bila ini memang sudah sikapmu yang sebenarnya, ijinkan aku meminta maaf aku belum baik mengenalmu. Seakan sadar dari tamparan, sulit dipercaya ternyata aku belum mengenalmu dengan baik.

Sebaiknya kita bertemu..
Akan aku tunggu kamu dimana tempat pertama kali aku menyentuh hatimu. Jumat, pukul 19.00, Yogyakarta.

Senin, 02 Desember 2013

Jam Tangan mati, semuanya belum berakhir.

Sudah sebulan lebih ini gua pake jam tangan mati. Ya bukan jam tangan yang mahal sih, buruk rupa juga lagi. Tapi apa coba yang gag bangga kalo beli dari hasil keringat sendiri? Bangga di bangga-banggakan aja dong ya.

Kondisi warna mulai memudar, jarum lepas. Akrab sudah menjadi hiasan tangan gua beberapa dekade bulan ini. Ketika teman bertanya tentang ini pukul berapa, maka gua biarkan aja jam tangan ini istirahat diam tak bekerja, gua tengok lah jam pada hape.

Ya sering juga sih jadi bahan ledekan, bahkan anehnya gua duluan yang mulai pembahasan ledek meledek ini. Orang yang kelewat percaya diri ya kaya gini masa bodho amat. Yang penting sana senang, dan sini juga senang. Terhibur aja ada pembahasan ledek-meledek bareng shohib.
 
Ditertawakannya dia, ia tidak lelah, ingin membalas dengan senyum, tapi ia tak bernyawa. Oh sederhananya dia.

Boleh juga sebagian orang memandang penampilan dari luar, ya gua sih masih sering kaya gitu juga sih sesekali. Sah-sah saja pola pikir sebagian dari teman-teman seperti itu. Soo why not?? fine saja. Seperti hukum alam saja biarkan air mengalir ke hulu.

Tapi nanti, kelak...
Kalau kalian sudah mulai merasakan beli barang ini itu pakai hasil keringat uang sendiri, merasakan aktifitas disaat mereka istirahat, mengencangkan ikat pinggang ketika mereka terbangun. Iya benar, rasanya seakan ingin menghargai setiap barang sekecil apapun yang kita dimiliki, respect.

Iya..
Suatu saat jam tangan ini benar akan istirahat juga, dengan tenang duduk di pojokan meja belajar kamar, memberikan kesempatan jam tangan lain menghiasi tangan gua. Tentunya ia memberi ijin sang pengganti, menghargai hasil keringatku dengan mengijinkan yang lain melingkari tangan gua.

#NB:
Nyok bergerak bagi teman-teman yang masih merengek minta ini itu terhadap orang tua. Dimana dunia nanti juga akan berputar dan kehidupan peranmu akan berlanjut digantikan sang putra-putri kalian.

Minggu, 01 Desember 2013

Bagaimana cara berpamitan yang baik ?

Hari ini tepat tanggal 1 dimana semua karyawan menerima gaji. Entah ini sudah gaji keberapa yang aku terima selama kerja parttime paruh waktu. Bekerja semenjak semester 3 sudah setahun lebih juga aku bekerja tanpa berpindah tempat. Dapat bertahan bekerja di tempat yang sama dengan waktu lama di bidang internet. Iya benar, menjadi seorang operator warnet.

Kenapa bisa betah ya?

"Ya kagag tau juga sih", karena memiliki bos yang dermawan dan partner kerja yang cocok juga salah satu alasan kenapa bertahan bekerja disini lumayan lama. Pekerjaan ini mendukungku sebagai seorang mahasiswa, dengan fasilitasnya yang membantuku dalam mengerjakan berbagai tugas perkuliahan. Ya, sudah setahun pekerjaan ini membantuku dalam perkuliahan.

Suatu saat tiba waktunya juga rasa ingin mencari pengalaman kerja yang baru, pekerjaan sebagai operator warnet dirasa sudah cukup kenyang dengan pengalaman selama setahun lebih.

Sepertinya aku benar-benar harus melepaskan pekerjaanku sebagai operator warnet ini dan menggantinya dengan pekerjaan yang baru.

Selanjutnya ingin merasakan pengalaman baru lagi, pekerjaan apa sajalah yang penting halal. Kemarin di pertengahan bulan november mulailah pekerjaan sampingan lain aku ambil. Sebagai pedagang buku dari satu event ke event yang lain. Lumayan bisa menambal kekeringan uang jajan di akhir bulan. Tetapi, tidak selamanya ada event yang bisa diandalkan untuk mencari nafkah tambahan. Bisa dibilang masih serabutan.

Mulailah kembali mencari-cari lowongan pekerjaan dari teman maupun info twitter, semoga ada yang cocok dengan kondisiku sebagai pelajar di salah satu perguruan tinggi di Jogja ini. Namun belum juga sampai saat ini aku menemukannya.

Sebenarnya ingin mencoba pengalaman menjadi seorang waiters di salah satu cafe jogja. Sepertinya menyenangkan, berjumpa langsung dengan banyak orang adalah pekerjaan yang menyenangkan. Sebuah harapan baru.

Namun..
Semuanya tidak semudah itu dalam melepaskan sebuah pekerjaan yang sudah membuat selama ini kita nyaman.

Kata-kata apa yang pantas untuk berpamitan ?

Selasa, 12 November 2013

Story about dagang buku 1 #pengalaman

Selamat dini hari guys hehehehe kan nulis cerita ini pas pagi-pagi buta :p

Tanggal 12 November kemarin merupakan pengalaman pertamaku dagang buku, benar-benar pertama kalinya, yakinlah sumpah. Di Universitas UNY jogja.

Aku sih dagangnya bareng dua temanku, namanya Yoga dan Bayu. Dagang buku juga nekat kok ini dan kagag susah. Modal berani titip absen kuliah aja sama teman. Ya karena jualan buku selama 2 minggu coy, 2 minggu!! Jelas modal mbolos kuliah itu yang terutama hehehe kejahatan putih hal macam kaya gini sepertinya, dosa gag dosa terakhir ajalah, is so simpel.

Pra hari H dagang buku kami sempat pontang-panting dalam mempersiapkan segala hal yang diperlukan, masalah pengambilan buku yang hanya menggunakan motor, lokasi stand yang belum jelas, pengalaman pertama pula, dan muasih banyak manehh, innalilaahi perfectlah guys yakinn.

Hari H dagang...
Berangkat dari kosan itu rasanya deg-degan, bukan karena belum makan, untuk uang makan sih ada jadi ya bukan alasan belum makan deg-degan nya, camkan itu!.
Mendung dab mendung haduh lah kampret hehehe bingung apakah acara dangan hari ini bisa berjalan dengan lancar? apakah demikian? how?

Nyampe kampus UNY masih aja kepikiran dengan macem-macem kegiatan diluar dagang buku. Dateline proposal kegiatan sih penyebabnyaa. Ya sambil nunggu teman partner dagang aku sempat-sempatkanlah ngedit proposal kegiatan organisasi hima ku. Utak-atik *sejam kemudian*
Pikiran sudah ngeblur soal proposal, yaa aku tinggalkan lagi.

Eehhh teman dagang uda pada nyampe kampus, langsung aja kitanya angkat-angkat kardus yang isinya buku-buku dagang. Harga totalnya lebih dari juta-jutaan coy, rasanya jadi berat aja setelah tau totalnya hehe tapi tetap semangat!

Langsung aja deh ya, kita menata-menata buku dagang di meja lapak, bekerja sebagai tim ya tidak membutuhkan waktu yang lama dalam persiapannya. Setelah selesai, langsung deh kitanya pasang tampang dan muka senyum kepada mahasiswa-mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial UNY jogja untuk menarik minat mereka untuk membeli barang dagangan kita

1 jam...
2 jam...
3 jam kemudian...
Akhirnya laku juga ini buku dagang, sampai ada yang mesan untuk dicarikan buku yang mereka butuhkan lagi! Waaw keren kan ya, keren lah.

Pokokny intinya tawar menawar yang baik itu tidak membuat si pembeli risih. Ya kita mampu melakukannya dengan baik, speak-speak mbiribik yang baik haha

Bazar buku berjalan sudah setengah hari, sudah waktunya untuk kami shalat dhuhur sebagai kewajiban dan kebutuhan doa-doa untuk kelancaran acara ini #PrayForBook

Wow jam istirahat semakin rame aja mereka yang mampir stand kami, mantab lah bero thanks God! Mereka banyak yang memesan buku, wah rejeki ora ngandi kok dab, aminn. Wah radak kerepotan lah melayani pemesanan mereka, luar biasa lah suasananya sampai waktu buka stand mulai berakhir.

Terimakasih untuk temanku Bayu, Yoga yang mengajarkan kepadaku pengalaman baru.

Hari pertama berhasil berjalan dengan lancar dan masih ada 2 minggu lagi kita berdiri gagah di stand ini :')
Semangat cyuk!

Wassalamm

Jumat, 25 Oktober 2013

"Teh hangat yang terlambat"

Kehidupan sehari-hari anak rantau nebeng saudara. Yah namanya juga cuman nebeng sejatinya kan harus sedia bersih-bersih rumah, bangun pagi, intinya rajin, dan lain-lainnnn. Engga gue banget berooo, disini sebagai nebengers gue aktif dan produktif di malam hari, pagi hari ya untuk bobok bobok tampan.

Kenapa bisanya gue sebagai nebengers ketika pagi malah memilih tidur? Malas di bersih-bersih rumahnya beroo heheh. Bagi pribadi pagi enaknya kan langsung sarapan plus menikmati teh hangat, lanjut tidurr dan mimpi indah. Kebiasaan malam hari melakukan banyak kegiatan yang produktif seperti mengerjakan tugas kampus, kerja parttime, mengabdi pada kepenulisan blog, smsan sama pacar, twitteran, facebookan membuat pagi hari itu seperti momok yang mampu menempatkan pikiran akan pasif dan tidak produktif karena kelelahan. Pagi sampai sore juga uda gue isi waktu dengan kuliah penuh semangat, dan anti titip absen.
 
Kebiasaan minum teh hangat di rumah sendiri mau tidak mau ya kebawa hingga sini juga karena gue punya mindset setiap pagi dengan minum teh hangat yang menyapa itu membuat hari gue berjalan lancar. Berhubung ini di rumah saudara bro soooo berbeda man ! Mindset mendadak berubah menjadi dengan gue bobok pagi, maka kegiatan selanjutnya di hari ini akan lebih fit dan bertenaga, fearless hehe :p

Sebagai seorang nebengers sejati yang baik, suatu saat nanti akan adanya harapan untuk sebuah perubahan dalam diri gue ini segera terwujud. Bangun pagi, bersih-bersih rumah, akan gue ambil alih untuk dalam jangka waktu yang panjang! Tidak menutup kemungkinan itu benar terwujud, dan juga tidak menutup kemungkinan itu mustahil terwujud hehehe *berdoa*

Sebagai peranakan jawa gue masih punya pemikiran begini bero, sebelum mengerjakan sesuatu pantang bagi gue untuk makan. Malu juga sih beroo kalau belum ngapa-ngapain tapi sudah makan, makanya berangkat dari sini kedepannya kelak gue akan mencoba berubah menjadi nebengers sejati yang suka bangun pagi, bersih-bersih rumah, dan lain-lain. Walaupun itu semua akan membuat teh hangat ku terlambat untuk dinikmati kala pagi.

"Teh hangat yang terlambat"

Kamis, 24 Oktober 2013

Jalan masih panjang, apa daya tangan tak sampai kampung?

   Sudah hitungan berbulan-bulan tidak menginjakkan kaki di rumah sendiri itu bisa dibilang hidup namun mati di kota lain hiks hiks hiks, bak katak di dalam tempurung lain saja ini. Hidup dengan terperangkap waktu, kegiatan, aktifitas yang membelenggu keseharian seorang perantau membuat sejenak kita menjauh dari keluarga dalam hitungan jarak raga. Cita-cita dan impian sebagai seorang anak untuk membahagiakan orantua terkadang menguburkan keinginan lahiriah untuk selalu bisa berada disekitar keluarga tersayang.
   
   Yaah namanya juga kehidupan manusia, telah adanya beberapa media perantara untuk dapat berhubungan dengan keluarga yang nan jauh disana melewati telefon dan internet masih saja terasa kurang, ya karena hanya mampu mengobati rasa kangen sementara. Terkadang cara lama memang menjadi satu-satunya pengobat kangen yang mujarab, iya itu adalah sebuah pertemuan bertatap muka, dan mencium tangan kedua orangtua.
   .
   Perjuangan sebagai perantau penimba ilmu disini (Yogyakarta) semoga tidak akan mengecewakan kalian, keluarga. Berangkat pagi jam 07.00 untuk kuliah memang tidak berat dengan dibarengi niatan dan tekat kuat, namun yang memberatkan jujur biasanya ketika dalam financial keuangan menipis tidak sesuai harapan. Ya memang untuk pegangan keseharian masih ada, namun untuk sebuah pembelian barang mewah dirasa tidak mungkin, bagi kita.

   Keadaan menyesakkan dada seperti ini menuntut kita mau tidak mau harus masuk ke dalam permainan otak, dalam artian ya pencarian jalan keluar tanpa menghasilkan masalah yang baru. Masa muda sebaiknya sedia meluangkan waktu yang cukup dengan kegiatan-kegiatan yang menghasilkan pemasukan financial untuk diri kita sendiri. Aku yakin suatu saat kegiatan-kegiatan tersebut akan membuahkan hasil yang manis untuk bekal kehidupan kelak, tak salah dengan adanya pemanis kata "Bersusah sudah dahulu, bersenang senang kemudian". Kegiatan ekstra diluar kampus yang selama ini akrab dengan mahasiswa rantau yakni bekerja di warnet, berjualan buku, bergabung dengan Event Organizer (EO), dan masih banyak lagi kegiatan yang bersahabat dengan anak rantau.

  Semangat!! Itu modal kami menyambut hari demi hari. Perasaan suka duka bak roda yang selalu berputar-putar silih bergantian di atas dan di bawah menitih jalan, ketika senang ya senyum dan sewaktu sedih ya tetep berusaha senyum. Keep smile mampu bergantian menutupi suka duka kehidupan di raut wajah yang mungkin dari hari ke hari saja terlalu kusut untuk dikembalikan, dan selama ini ternyata kami berhasil mengembalikan kekusutan itu menjadi lebih baik hehehe. :)

  Sejenak mari melupakan keegoisan kesibukan atas diri sendiri, tengokkan lah raga bathin kalian dengan memandang dan merasakan yang bernama CINTA. Seperti kata-kata mutiara "tai ayam bak rasa cokelat", apapun permasalahan dalam kehidupan akan selalu terasa manis dalam proses dan hasilnya kelak jika dibarengi dengan semangat dari CINTA, orang tersayang. Ya itulah manisnya CINTA, ketika sempat juga diberi kesempatan merasakan pahitnya akan CINTA maka kembalilah siap memegang teguh kata-kata mutiara di atas tadi hehehehe. Kedepannya tetaplah tersenyum dan ingat juga tujuan utama dari rumah menuju Yogyakarta ini hanya demi sebuah ilmu. Beruntunglah bagi kalian jika ilmu bisa didapat sekaligus jodoh ikut merangkul kesuksesan kalian kelak, mampu menguasai ilmu CINTA juga hehe.

  Disini tidak seburuk dengan yang kita bayangkan, dunia selalu adil dan tidak akan memisahkan kita jauh dari bahagia. Merasakan kembali masakan dan teh hangat buatan Ibunda tersayang bersama keluarga, bercanda tertawa bersama kelak pantas kita dapatkan kembali bersama mereka dengan sejuta genggaman cerita kita dari tanah rantau, iya semua sudah ada yang mengatur pada waktunya kelak. Teruntuk kampung disana.
  Terimakasih kota keduaku Yogyakarta atas semuanya :)

Selasa, 22 Oktober 2013

Mendadak Rapi !

Tanggal 22 Oktober 2013 adalah tonggak sejarah berpakaian rapi. Bagaimana tidak rapi kalau sepanjang mataku memandang aja semua pakaian teman mahasiswa seangkatan dan sejurusan hari ini semua sama persis di kampus, yo rapi bener yakinlah sumpah! Yang biasanya pakai sandal aja embuh kenapa kok mendadak punya sepatu hari ini, Ada apa inii? Semoga setiap hari seperti ini Tuhaannnnn semoga, jebretttt.

Hehehehehe tapi tunggu dulu tunggu dulu, ada sesuatu yang tidak beres sepertinya ini *smirk emoticon*

Telisik demi telisik sik sik sik, sambil pake gaya mata menatap keatas sambil memandang flashback mengingat ketika pertama kali awal ngampus semester 5 ini, sepertinya masih tetep ada yang ngeganjel dengan penampilan teman seangkatan dan sejurusan ini, yakinlah apa ya apa ya hmmmm mumet ndasku gegara lemah otak dalam hal mengingat, masih juga berpikir keras dan yaahhh mungkin aku lelah.

Melewati parkiran, taman, toilet, gorong-gorong, parit, mushola, kantin, lorong kampus kok ya pada rapi pakaiannya plus pada punya sepatu, heran baru kali ini suasana kampus seperti catwalk para modeling kelas wahid *bukan pondok pesantren itu lho ya*.

Kemudian hening lalu jam beker pribadiku berbunyi, aku setting tepat untuk mengingat jadwal ujian tengah semester kali ini, dan kemudian aku ya masuk ke kelas, posisi menentukan prestasi jeeee yo tooo tur yo kapok ujian susulan dewean gara-gara salah jam ujian di semester kemarin :p

Oh iya lupa ini membahas pakaian rapi tadi ya,
Aku punya temen yang biasanya ngampus pakaian lecek tapi PEDE namun kali ini tunduk juga dengan hari berpakaian rapi hahahahahaha kalian luar biasa *arieell*

Sekali lagi sebenarnya ini demi apa sih??? Demi Tuhan? Ah bukan.
Seketika pada waktu itu juga seorang Ibu dosen cantik berjalan di lorong kampus dengan jilbab anggun nan menawan serta pakaian yang semriwing sopan santun berwibawa melangkahkan kakinya dengan irama kanan kiri kanan kiri kanan kiri stabil maksimal, aku mendadak sejenak memikirkan beliau, beliau, beliauu, dan tertidur.. *kesirep*

Beliau menjadi lamunanku selama beberapa menit, ah apalah tapi iya ini aku sepertinya akan segera ingat beberapa bulan yang lalu dengan ucapannya ketika beliau menyuruh seluruh mahasiswa diwajibkan memakai pakaian rapi dan bersepatu ketika ujian matakuliahnya berlangsung, kalau tidak MAKA TIDAK AKAN DI IJINKAN MASUK KULIAH *capslock*

Oalah jebule jebuleee..

Aku gag jamin selang sehari saja pakaian mereka masih rapi seperti ini, sepatu pinjaman segera pada dikembalikan, kembali ke semula, back to nature hahahaa

salut untuk hari ini, terimakasih Ibu Dosen :)

Cerita rapi hari ini sponsor by ibu dosen and organize by mahasiswa-mahasiswa kampret.

Semoga terhibur dengan kelucuan hari ini guys :3

Senin, 21 Oktober 2013

Konsep Cerdas Berdagang Angkringan

Kali ini nih gue ada cerita singkat lagi men, materinya sehabis sharing pribadi dengan penjual angkringan di sekitar wilayah kampus UNY nih. Sepulang dari perkuliahan gue bersama teman pergi keliling cari tempat tongkrong asik sekitaran UNY. Akhirnya dapat juga sebuah angkringan pojokan pertigaan, kurang tau juga disitu nama daerahnya apa karena ya maklum gue nya cuman kuliah di kampus tetangga.

*setting sore hari*
Singkat cerita ketika asik makan dan minum di angkringannya beliau, berawal dari kebiasaan sok akrab juga gue langsung saja mengobrol dengan penjualnya dengan nyaman dan santai, secara tidak sengaja terceplos juga bapaknya mengarahkan pembahasan menceritakan konsep usaha angkringannya ini. Yasudah gue sikat aja, dalam artian ya gue lanjutin menggali informasi-informasi penting dari beliau berhubung kepengen juga bisa berwirausaha mandiri hehehe, sikatttt..

Beliau yang sebagai alumni petugas parkir di lembah UGM bertutur kata begini, biasanya membuka lapak dagang angkringannya hanya dalam kurun waktu setengah hari. Hasil penghasilan dari keringatnya setengah hari saja sudah sangat menguntungkan bagi keluarganya dan mampu menutupi kebutuhan keluarganya selama ini. Dengan mempersiapkan bahan dagangannya sendiri (memasak sendiri), beliau dapat menghemat biaya pengeluaran pembelian bahan dagang. Alhamdulillah setiap hari semua terjual habis, ya paling kadang-kadang sisa beberapa bungkus nasi saja. Itupun seringkali dan pasti sisanya Beliau bagikan secara cuman-cuman kepada tetangganya, terbiasa dengan shodaqoh memudahakan setiap usaha yang dirintisnya, begitu pesan beliau. 

Sejenak Beliau memberi tebakan kepada kita berdua, apa modal pertama yang harus dipersiapkan ketika memulai membuka usaha? serentak kita menjawab dana???? Mental???? Lokasi yang strategis???? Ternyata semua salah. Beliau membenarkan jawaban kita dengan satu jawaban simpel, yakni doa dan pedekate dengan Allah SWT. Subhanallah.

*setting mulai tambah sore*
Ketika beliau sudah mulai beres-beres angkringan dan akan pulang ke rumah, ternyata dia berbisik lirih angkringannya tidak akan tutup begitu saja pada saat itu juga, bahasa inggrisnya to be continue. Datang kemudian 2 orang mahasiswa yang ternyata akan melanjutkan membuka angkringan tersebut hingga tengah malam. Beliau bersedia menceritakan kembali kronologinya secara detail. Sudah semenjak beberapa bulan silam 2 orang mahasiswa ini menyewa lapak dagangnya, beliau hanya memberikan biaya Rp 7.000 untuk sewa lapak perharinya, dan sisanya seperti minuman dan jajan-jajanan kecil lainnya merupakan bahan dagang 2 orang mahasiswa ini sendiri, Beliau hanya sebagai penyuplai bahan dagang nasi dan gorengan ketika sesi angkringan malam dibuka. Uang sewa lapak angkringan hanya akan diambil selama 6 bulan sekali oleh beliau. Dengan begini angkringan milik beliau terkesan melayani buka 24 jam dimata para pembeli yang kebetulan 2 kali datang ke tempat jualannya ketika pagi dan malam. Setiap pelayanan yang melayani 24 jam dimata para pembeli merupakan pelayanan yang super maksimal dan memuaskan. Walaupun tanpa kerja 24 jam akan tetapi para pembelinya mengira beliau buka angkringan 24 jam. Begitulah kurang lebihnya konsep yang bisa gue tangkap dari beliau. Terkesan pelayanan angkringan yang baik.

Sekian aja sih cerita kali ini, lain kali gue share hal penting yang lain lagi. Thanks :)

Minggu, 20 Oktober 2013

Kebiasaan Facebook, Twitter itu menye-menye !

Guys..
Pernah gag secara berurutan kebiasaan internet kamu hanya itu-ituuuu saja, semisalnya ya nih pertama buka Facebook, next open new tab Twitter, next open new tab Email. Hanya itu-ituuu saja, pernah kagag mengalami hal yang sama seperti gue ini? Pasti pernahlah terutama bagi kalian user internet yang cuman sekedar mencari have fun. Sayang sekali media sosial paling sering di kunjungi oleh user hanya untuk hal-hal yang kurang bermanfaat dan tanpa mau memperdulikan media sosial itu sebenarnya masih sangat banyak hal bermanfaat lain yang dapat kita dilakukan.

Saranku sih ya, gpp kalian cuman internet itu-itu sajaa tapi ya dibikin radak kreatif sedikit kenapa. Main-main lama di blog kek, keren jebret kok!! Bikin kalian kece dengan kreatifitas menulismu.

Apaa yang bisa kalian lakuin di blog???? tentu banyak lah men. Cerita panjang lebar tentang pengalaman pribadi perjalanan wisatamu, berbagi ilmu pengetahuan, share iseng-iseng berita informativ, ikut lomba kepenulisan, dan bahkan bisa mencari uang dari blog!. Sungguh sangat banyak sekali yang dapat kalian lakukan. Kagag cuman menye-menye pacaran di wall Facebook atau timeline Twitter doang!

Tau gag menye-menye itu apa? sok-sok romantis maksimal begituu hahaha ya kurang lebih seperti itu yang gue tau men. Menye-menye itu memang penting, tapi kan ada waktu dan kadarnya tersendiri hehe karena aku sendiri sometimes juga pengen menye-menye. Tapi mimin kan tau kadar batasnya :p

Oh iya alamat blog juga bisa dilampirkan ke dalam surat lamaran pekerjaan lho men, menjadi nilai plus dimata Bapak dan Ibu pimpinan perusahaan. Nah ya kan sangat bermanfaat sekali blog itu, kandani kok ngeyel :p

Walaupun gue masih dibilang barusan aja gabung dengan blog, tapi gue uda berani tuh ngirim-ngirim naskah teks ke penerbit buku, koran, dll. Cuman bermodalkan tekun mengolah blog otomatis gaya kepenulisan kalian akan lebih mahir kedepannya men. Gagpapalah hal seperti ini kalian sombongkan ke teman-teman, ini karya kita men kenapa mesti malu, tunjukkan siapa diri kita sebenarnya :p

Menang atau kalah posting saja tulisan kalian di blog melalui FB atau Twitter (share), masa bodoh kalo ada sindiran gag mengenakkan dari orang-orang lain. Tenang saja, kita lebih maju dari mereka soal peradaban! haahaha

Teruslah gunakan media sosial sebagaimana fungsi dan gunanya, oke fokus men :p
Don't Menye-Menye Everytime !

See you next time

Minggu, 06 Oktober 2013

Dinasty of Weekend

Weekend yang seharusnya diawali dengan perasan bahagia, namun beda ceritanya dengan cerita yang satu ini nih. Bingung juga ini mau diawali dari bagian cerita yang mana.

Malam minggu sejatinya segala persiapan telah matang untuk cabut hangout bersama teman-teman. Mumpung masih sebagai bagian dari anak muda juga kan, sudah aku matangkan lah malam minggu kali ini. Dengan dandan cakap aku keluar bersama teman-teman menikmati malam minggu dengan melihat Festival Bumi Reyog di Monumen Serangan Oemuem Yogyakarta.

Awalnya berjalan sangat baik sesuai dengan rencana, jalan bersama teman-teman yang kece pun sudah aku siapkan, ide cemerlang mencari bahan tulisan berita aktual tentang jogja pun sudah dipersiapkan, pokoknya semua rencana sudah berjalan dengan baik dan benar.

Cerita ketika berada di Monumen juga bagus, di belakang panggung aku nya menemui beberapa lakon wanita dalam pementasan seni reyog malam itu, berbincang-bincang sebentar bolehlah untuk sok akrab begitu. Perbincangan selesai begitu cepat karena kita saling tidak mengenal haha, embaknya aku tinggalkan begitu saja dan kembali ditengah-tengah kerumunan teman-teman yang hangat. Waw pementasan dimulai, suasana pun tambah runyam ketika fase fashion show dimulai, ricuh ini pasti para pria. Benar saja teriakan mereka para lelaki memenuhi situasi dan kondisi malam itu!! Ini para pria kenapa mendadak pada genit?? Yasudahlah ikutan.

Para penikmat pentas seni Tari Reyog sangat puas akan penampilan para lakon nya. Tepuk tangan satu jam dirasa sangat pantas untuk mengapresiasi penampilan keren malam itu! Wah sesi foto ketika acara selesai sangat diminati oleh para penonton, para pria dan wanita menyerbu lakon utama yang mengangkat warog besar hanya menggunakan gigi, bahasa lebay nya terjadilah tarik menarik disuasana itu, dan saya juga percaya pasti banyak para jomblo yang berkeliaran modus-modus begitu ditengah keramaian, tapi ya abaikan lah, penampilan Pentas Tari Reyog Ponorogo malam itu mampu mengalihkan dunia, ceilehhh kaya iklan PON*DS saja.

Tetapi sebagai pria sejati, aku tetap sempatkan menelpon pacar untuk menanyakan kegiatannya di malam minggu ngapain. *ngobrol panjang lebar* . tut tut tut tut tut ditutup. Problem pulsa.

Tiba saatnya pulang,
Perut kami keroncongan, perut kami keroncongan !!
Mampirlah kita-kita para manusia kece ke sebuah kedai aniayya di seputaran kridosono, yaa biasanya disini diiringi dengan main kartu, tapi tenang ini tanpa duit shob. Mending juga duitnya buat beli makan, sesuai dengan tujuan utamanya kan makan dan makan hehehee. Sambil nunggu hidangan tiba, game of poker dimulai. Permainan terasa membosankan ketika rasanya itu sudah sekali untuk kalah, yasudahlah akhiri saja permainan ini. Hidangan tiba juga!! Dua porsi mie rebus aku tebus demi perut, suap demi suap aku lahap melewati mulut dengan nikmat bersahaja membayangkan persepsi syurga dunia adalah dengan makan mie rebus, dan akhir kata rasanya adalahhhhhhh......asin. hehe yang masak sedang sedih kali ya, tak apa bagiku yang terpenting kenyang dan masih mampu membayar parkir ketika pulang.

Akhirnya pulang juga.

Akhir cerita ditengah perjalanan nan sepi, ban motor bocor.

Biar pembaca sajalah yang menyimpulkan malam itu bahagia atau tidak. Goodbye :)


Maulana Arif Hidayat. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers